google.com, pub-5013500952012613, DIRECT, f08c47fec0942fa0
☆BreakingNews >

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label porosnusantara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label porosnusantara. Tampilkan semua postingan

Wakil Gubernur Jateng Kawal Nasdem sebagai Ormas

| Diposting : Minggu, 30 Januari 2011 | Pukul : 06.08.00 |

Poto:Media Indonesia
Semarang - Banyak kalangan menilai, pendirian Nasional Demokrat (Nasdem) merupakan salah satu upaya pendiri Surya Paloh untuk membangun sebuah Partai Politik baru ditanah air. Bila benar, kemungkinan berbenturan dengan pengurus didaerah bisa saja terjadi.

Sebelumnya Ketua Pengurus Wilayah Dasdem Kalteng Fridawaty yang berhadap perkumpulan kelompok itu tetap menjadi Organisasi Kemasyarakatan (Ormas). Lalu terbaru, Ketua Pengurus Wilayah Nasdem Jateng, Rustriningsih menyatakan hal yang sama. Dia bahkan sudah menyiapkan bahan untuk rapimnas, yang salah satu materimnya akan mengawal Nasdem tetap menjadi Ormas yang kokoh.

Untuk materi Rapim itu, Rustriningsih mengaku telah mendapat masukan dari dan saran dari para sesepuh, pengurus, dan simpatisan Nasdem di Jawa Tengah. "Hasilnya kami akan tetap konsisten mengawal agar Nasdem tetap berdiri kokoh menjadi ormas," kata Rustri, yang juga Wagub Jateng seperti dilaporkan mediaindonesia, Sabtu (29/1) malam.

Diakuinya, diantara masukan itu, yang menginginkan Nasdem menjadi parpol juga cukup kuat. Namun, untuk menyuarakan gerakan moral dan hati nurani, timpalnya, akan lebih terasa manfaatnya bila Nasdem tetap sebagai ormas.

Rustri mengatakan pihaknya akan mengkaji lebih dalam bila seandainya dalam Rapimnas ternyata yang menginginkan Nasdem sebagai Parpol lebih dominan. Demikian pula bila dalam Rapimnas nanti muncul wacana Ormas Nasdem diharapkan melahirkan Parpol. "Kami masih akan mengkajinya lagi. Tetapi Insya Allah masih akan tetap sebagai ormas," harapnya.

Wakil Gubernur Jateng itu akan memimpin pengurus Nasdem Jateng mengikuti Rapimnas I yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC).

Sementara itu, Koordinator Wilayah Jawa dan Bali Pengurus Pusat Sugeng Suparwoto menjelaskan, rangkaian acara rapimnas dan HUT I Nasional Demokrat didahului dengan seminar penutup Simposium Nasional Restorasi Indonesia.

Seminar akan berlangsung Minggu (30/1) mulai pukul 09.00 dan berakhir pada pukul 16.00 WIB. Isi dari acara itu menurutnya salah satunya pemaparan tentang draf konsep Restorasi Indonesia yang terdiri atas empat bidang.

Di antaranya bidang restorasi secara umum yang akan disampaikan Ketua Dewan Pakar Nasdem Siswono Yudho Husodo. Bidang ekonomi akan dipaparkan Prof Didik J. Rachbini, bidang politik oleh Ferry Mursyidan Baldan, dan terakhir bidang budaya disampaikan oleh Prof Bachtiar Ali.

Ditemukan Ladang Ganja Seluas Dua Ha di Aceh Selatan

| Diposting : Sabtu, 29 Januari 2011 | Pukul : 09.08.00 |

Poto : Media Indonesia
Aceh Selatan - Ladang ganja kembali ditemukan di Provinsi Aceh. Penemuan kali ini di kawasan hutan Gunung Meranti, Kecamatan Pasie Raja, Kabupaten Aceh Selatan, dengan luas ladang mencapai 2 hektare.

Ladang ganja itu ditemukan Rabu (26/1) lalu oleh Badan Narkotika Provinsi (BNP) Aceh bersama jajaran Polres Aceh Selatan. "Dari 2 hektare tanaman ganja, sekitar 1,5 hektare ditumbuhi tanaman ganja yang berumur 3-5 bulan atau siap panen yang jumlahnya sekitar 1.300 batang," kata sebuah sumber.

Sedangkan sekitar 500 batang masih dalam persemaian. Temuan itu berawal dari informasi masyarakat yang mengetahui ada aktivitas petani ganja di kawasan pengunungan itu. Setelah mendapat informasi, tim gabungan BNP dan jajaran Polres Aceh Selatan langsung melakukan penyisiran lokasi.

Saat dilakukan penggerebekan tidak ditemukan pemilik ribuan batang tanaman ganja tersebut. Sebagian tanaman ganja dimusnahkan dengan cara dibakar di lokasi dan sebagian lain dibawa ke Polres Aceh Selatan untuk barang bukti.

Ketua BNP Aceh, Muhammad Nazar, yang juga wakil Gubernur Aceh mengatakan pihaknya akhir ini terus meningkatkan kerja sama dengan pihak kepolisian untuk pemberantasan narkoba jenis ganja, sabu, putau, dan lainnya.

"Kami juga membangun desa bebas narkoba dengan cara melibatkan tokoh masayarakat, pemuka agama dan pemuda setempat" kata Muhammad Nazar, seperti dilaporkan mediaindonesia, kemaren.

Korban Tewas Peristiwa Kebakaran Feri ada 19 Orang

Poto : hileud.com
Bandar Lampung - Jumlah korban tewas kecelakaan kapal KMP Laut Teduh II di Selat Sunda telah mencapai 19 orang. Dua di antaranya yang sudah dilakukan evakuasi, demikian kata Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Lampung Brigjen Sulistyo Ishak, kemaren.

"Dua warga Lampung sudah dievakuasi ke Kalianda Lampung Selatan pada Jumat siang," katanya, di Bandarlampung, Jumat (28/1). "Tidak menutup kemungkinan korban tewas akan bertambah apalagi yang berasal dari Lampung, mengingat hingga saat ini pencarian dan penyisiran oleh tim SAR masih terus dilakukan," timpalnya.

Dalam membantu proses penemuan penyisiran pada sekitar lokasi terbakarnya KMP Laut Teduh di Selat Sunda, pihak Polda Lampung menurunkan tiga kapal bantuan. Dua kapal yang diturunkan untuk membantu penyisiran korban itu berasal dari Polair Polda Lampung dan satu diantaranya merupakan backup bantuan dari Mabes Polri.

Menurut Ishak, berdasarkan informasi terkini yang diperoleh, jumlah kendaraan yang terbakar di dalam kapal tersebut adalah sebanyak 89 kendaraan, termasuk bus dan truk. "Kami hanya membantu penyisiran dengan status bawah kendali operasi, termasuk tim identifikasi korban bencana," sebutnya.

Jumlah penumpang selamat pada kapal Feri KMP Laut Teduh II yang terbakar Jumat dini hari sebanyak 427 orang. Kapal tersebut terbakar di dekat perairan Merak pada Jumat dini hari.

120 Rumah Terendam Banjir Luapan Sungai Dua

Pekanbaru - Luapan sungai Dua di Kecamatan Rambahsamo, Kabupaten Rokan Hulu, Riau, mengakibatkan 120 rumah di tiga desa setempat tergenang air banjir. Tiga desa dilanda banjir itu di antaranya Lubuk Napal, Eluk Aur dan Desa Rambahsamo.

Kepala Dinas Sosial Rokan Hulu Juni Syafry di Pasir Pangarayan, kemaren Jumat (28/1), mengatakan, ketinggian air menggenangi tiga desa, Lubuk Napal, Eluk Aur, dan Desa Rambahsamo, mencapai setengah meter hingga satu meter.

Banjir sendiri terjadi sejak Kamis (27/1) dan menggenangi sekitar 120 rumah di tiga desa tersebut. Desa tersebut termasuk dalam daerah rawan banjir karena berlokasi di tepi Sungai Dua yang kerap meluap saat curah hujan tinggi.

"Untungnya sejak Jumat siang, banjir di dua desa mulai surut. Namun, banjir di Desa Lubuk Napal masih terjadi dengan ketinggian air satu meter," ucapnya.

Sejauh ini masih belum ada laporan warga yang mengungsi akibat banjir tersebut. Dinas Sosial Rokan Hulu mulai menyalurkan bantuan makanan untuk meringankan beban para korban banjir. Bantuan yang telah disalurkan berupa 120 paket sembako.

Agar bantuan mudah dan cepat tersalurkan, pihak Dinas Sosial setempat mengharapkan kepala desa dan camat segera melaporkan kondisi lapangan terutama tempat dan jumlah barang yang harus dibutuhkan.

"Kita maunya segera melanyalurkan bantuan, untuk itu kita perlu data cepat dan akurat agar semuanya berjalan lancar," katanya.

Palangkaraya Memiliki Keunggulan Menjadi Ibukota RI

| Diposting : Selasa, 25 Januari 2011 | Pukul : 03.12.00 |

Makasar - Ibukota Kalimantan Tengah (Kalteng), Palangkaraya dinilai memiliki keunggulan dibandingkan daerah lain sebagai calon Ibukota Negara Indonesia menggantikan DKI Jakarta.

Hal itu diungkapkan anggota Dewan Pertimbangan Presiden Ryaas Rasyid dalam seminar nasional bertajuk Ibu Kota Negara, Harapan dan Tantangan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (24/1/2011).

Palangkaraya dinilai mempunyai tiga syarat penting untuk menjadi ibu kota pemerintahan, yakni lahan yang luas, jumlah penduduk sedikit, dan minim potensi bencana. Bencana yang mungkin terjadi di Kalteng hanya kebakaran hutan dan banjir.

"Kedua, bencana itu bisa diprediksi dan ditangani secara teknis sehingga lebih realistis jika membangun Palangkaraya menjadi ibukota pemerintahan," timpal Ryaas Rasyid.

Menurut Ryaas, konsep memindahkan pusat pemerintahan ke daerah baru yang jauh dari hingar bingar kota, besar persis seperti yang dilakukan sejumlah negara. Pemerintah Australia, misalnya, memindahkan ibukota negara dari Sidney ke Canbera. Begitu pula dengan Pemerintah Brasil yang memindahkan ibu kota ke kawasan kecil Brasilia karena Rio de Janeiro semakin padat.

"Ibukota negara tidak harus dipindahkan ke daerah yang perekonomiannya sudah maju. Jika pusat pemerintahan nanti dipindah, maka Jakarta bisa tetap menjadi pusat perekonomian, seperti Washington DC dan New York di Amerika Serikat," ungkap Ryaas.

Daerah yang relatif masih sepi seperti Palangkaraya justru menawarkan suasana kondusif, sehingga pemerintahan diharapkan berjalan dengan efisien dan produktif. Rencana menjadikan Palangkaraya sebagai ibu kota baru bahkan telah dicetuskan mantan Presiden Soekarno pada tahun 1957.

Selama ini kemacetan dan banjir yang selalu terjadi di Jakarta dianggap mengganggu kinerja pemerintah. Itu sebabnya Ryaas berharap wacana pemindahan ibu kota menjadi prioritas pemerintah mengingat Jakarta sudah tidak bisa dipertahankan sebagai ibu kota.

"Kebergantungan terhadap Jakarta justru kurang menguntungkan dari sisi pertahanan dan keamanan negara," ujar Ryaas.

Narasumber lain yang hadir dalam seminar ini adalah mantan Menteri Negara Pendayagunaan Badan Usaha Milik Negara Tanri Abeng dan Pengajar Bidang Pertahanan dan Keamanan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Laksamana Muda Willem Rampangilei.

Saat berbicara, Tanri Abeng mengusulkan adanya relokasi kementerian ke tiga kota di Tanah Air, yakni Palangkaraya, Medan, dan Makassar. Sejumlah kementerian yang membawahi urusan energi, lingkungan hidup, tenaga kerja, perdagangan, dan perindustrian, diusulkan berkedudukan di Palangkaraya dan Medan.

Sementara kementerian yang mengurusi pembangunan daerah tertinggal, kelautan, dan pekerjaan umum bertempat di Makassar. "Selain mendekatkan para menteri pada persoalan riil di lapangan, relokasi akan menopang pengembangan ekonomi di luar Pulau Jawa yang selama ini masih tertinggal," tutur Tanri Abeng.

Dengan kemajuan teknologi informasi, rapat dengan presiden bisa dilakukan melalui teleconference sehingga lebih efisien. Presiden juga harus mendelegasikan kewenangan kepada para menteri yang berkedudukan di daerah untuk mengatasi kesenjangan wilayah barat dan timur Indonesia.

Tambak Bandeng Hancur Ribuan Hektare

| Diposting : Minggu, 23 Januari 2011 | Pukul : 21.33.00 |

Gresik - Petani tambak Desa Mengare, Bungah, Gresik, Jawa Timur, harus menanggung kerugian hingga ratusan juta rupiah setelah ribuan hektare tambak bandeng mereka hancur diterjang gelombang tinggi, baru-baru ini.

Desa Mengare termasuk sentra penghasil bandeng. Namun, sejak gelombang setinggi tiga meter menerjang, budi daya bandeng yang berusia dua hingga tiga bulan ikut hanyut. Ini yang membuat petani tambak merugi karena gagal panen.

Untuk menanggulangi kerusakan yang lebih parah, para petambak bergotong royong memperbaiki tanggul. Mereka memasang sak berisi pasir dan papan Dari bambu di pematang tambak yang lokasinya langsung berhadapan dengan bibir laut.

Meski hasilnya tak maksimal, karena sewaktu waktu dapat kembali tergerus gelombang tinggi, para petani terus berjuang memasang tanggul. Sebab, hanya itulah yang bisa dilakukan petani agar tak mengalami kerugian lebih banyak lagi.

Para petani tambak berharap, pemerintah turun tangan dengan membuat bangunan pemecah gelombang. Dengan begitu abrasi tidak semakin meluas menghancurkan tambak petani setempat.

PT Drydocks Dituding Ingkari Pembayaran Kontrak

| Diposting : Minggu, 16 Januari 2011 | Pukul : 05.20.00 |

BATAM - Perusahaan galangan kapal, PT Drydocks di Tanjung Uncang, Jumat (14/1/2011) kemaren, kedatangan tamu istimewa dari Komisi IV DPRD Kota Batam. Namun ketangan wakil rakyat itu bukan untuk hearing atau kegiatan semacam lainnya, melainkan untuk mendedline pihak PT Drydocks, terkait utang kewajiban terhadap pihak subkontraktor.

"Kami berupaya melakukan mediasi dengan pihak PT Drydocks agar mau membayarkan kewajiban terhadap pihak subkontraktor," beber Udin P Sihaloho, anggota Komisi IV DPRD Kota Batam.

Desakan dewan dalam kunjungan mereka ke PT Drydocks itu, pihak perusahaan diberi tenggat waktu hingga empat hingga, Selasa (18/1/2011), untuk memutuskan kapan jawdal pembayaran diselesaikan. Setelah itu, Rabu (19/1), pihak perusahaan akan dikirim surat panggilan untuk hearing (dengar pendapat) di ruang paripurna dewan setempat.

Rombongan Komisi IV DPRD Batam sendiri diterima langsung Direktur Lapangan Drydocks World Indonesia, Alan. Kepada para wakil rakyat itu, pihak perusahaan berjanji akan segera menggelar rapat dengan manajemen Drydocks Asia di Singapura, dalam waktu dekat ini.

Alan beralasan keterlambatan pembayaran kontrak kerja itu terjadi karena pihaknya melakukan pergantian konsultan keuangan. "Kami berjanji akan mecarikan solusi terbaik, secepatnya," timpal Alan.

Sebelumnya, puluhan perwakilan dari perusahaan subkontraktor (Subkon) PT Drydocks World mendatangi Komisi IV DPRD Kota Batam. Mereka melaporkan perusahaan main-contraktornya (PT.Drydocks Asia), tidak membayar kontrak selama beberapa bulan terakhir.

Ada 30 perusahaan subkontraktor yang pembayaran kontraknya digantung oleh PT Drydocks itu, dengan masing-masiang nilai tagihan antara Rp500 juta hingga Rp8 miliar. Jatuh tempo penagihan juga tak sama, ada yang sejak Mei hingga September tahun lalu.

Dalam perjanjian kontrak disebutkan, pembayaran tagihan paling lambat 30 hari per tanggal invoice. Namun pihak pengadu tak menjelaskan bentuk pekerjaan yang mereka telah lakukan, termasuk kaitannya dengan proyek pekerjaan perusahaan pemegang job.

Dewan Pangkas Dana untuk Penyambutan Presiden

| Diposting : Rabu, 12 Januari 2011 | Pukul : 10.55.00 |

Kupang - DPRD Pemerintahan Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) termasuk punya nyali. Usulan dana sebesar Rp.3 milyar untuk akumudasi penyambutan kedatangan presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono ke daerah tersebut, dipangkas kalangan dewan.

Dana tersebut termuat dalam Rancangan Anggaran pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) tahun 2011 yang diusulkan Pemerintah Kota Kupang untuk ditetapkan pengesahaannya oleh DPRD setempat.

"Memalukan sekali, jika pemerintah wajib menyediakan anggaran untuk menyambut presiden di daerah," kata Ketua DPRD Kota Kupang, Viktor Lerik, seperti dilaporkan Tempo dari Kupang, Rabu (12/1).

Presiden SBY dipastikan akan melakukan kunjungan ke Kupang, NTT pada Februari depan dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN). Dalam kunjungan itu, Presiden akan meresmikan Gong Perdamian di Kota Kupang yang telah dibangun pemerintah kota.

Menurut Victor, pihaknya menilai dana penyambutan presiden tidak efisien dan tidak wajib, untuk itu Dewan memangkasnya. Namun, upaya ini tidak di setujui oleh Pemerintah Kota Kupang. "Wali Kota kebakaran jenggot dengan dipangkasnya dana tersebut," katanya.

Dia mengatakan, jika benar dana itu di siapkan untuk menyambut SBY di Kupang, maka ia meminta agar SBY tidak datang ke NTT. "Presiden punya dana taktis sendiri, pemerintah Kota tidak perlu siapkan dana lagi," katanya.

Ia pun menolak kedatangan Presiden ke Kota Kupang, jika harus menyediakan dana sebesar Rp3 miliar untuk menyambutnya di Kupang. "Saya tolak kedatangan SBY, jika betul Pemkot harus menyiapkan dana Rp3 miliar ntuk penyambutan," katanya.

Dia mengatakan, hasil koordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTT ditegaskan bahwa pemerintah povinsi sudah menyiapkan dana untuk menyambut presiden. "Harusnya presiden datang membawa bantuan bagi daerah, bukan daerah keluarkan uang untuk sambut presiden," tegasnya.

Dia menilai Wali Kota Kupang, Daniel Adoe mengambil keuntungan dengan kedatangan presiden ke Kupang dan sengaja menyiapkan dana penyambutan sebesar Rp3 miliar. "Saya melihat Wali Kota bermain di air keruh dengan kedatangan presiden," tudingnya.

Pihak Pemkot Kupang belum berhasil dikonfirmasi terkait pernyataan Ketua DPRD Kota Kupang, Viktor Lerik. Hanya saja, dalam Rancangan Anggaran pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) tahun 2011 Pemkot Kupang, pengesahan ditandatangani Walikota Kupang, Daniel Adoe.

Dewan Geram dengan Mobil Dinas Plat Hitam

| Diposting : Selasa, 11 Januari 2011 | Pukul : 01.29.00 |

Salah satu Mobdin diganti plat hitam
BENGKULU - Bila di daerah lain, termasuk di beberapa kabupaten di Kalimantan Tengah (Kalteng) anggota dewan ramai-ramai memiliki dua plat mobil dinas, tak demikian di Bengkulu Tengah (Benteng). Anggota dewan di daerah itu, justru gerah adanya mobdin yang menggunakan plat rahasia atau plat hitam.

"Adanya mobil dinas menggunakan plat hitam sangat mencoreng citra Bengkulu Tengah.
Selain itu, plat hitam bagi modin juga merupakan pemborosan anggaran karena harus dua kali membayar pajak. Saya sangat tak setuju dengan hal ini," kata Waka Komisi I DPRD Benteng, Feri Haryadi, seperti dilaporkan Bengkulu Ekspress, Senin (10/1/2011).

Feri Haryadi menambahkan, kalau memang menginginkan plat hitam pada mobil, beli sendiri mobil pribadi yang berasal dari kocek sendiri bukan dari kas daerah. Dia mengaku sangat tak setuju, fasilitas dinas digunakan untuk kepentingan pribadi. "Yang namanya mobil dinas itu ya harus plat merah, jangan diubah menjadi warna hitam,” sindirnya.

Menurutnya, dengan banyaknya pelanggaran yang dilakukan para pejabat Pemkab Benteng terhadap penggunaan Mobnas, seharusnya bupati turun tangan, dan tegas melakukan tindakan.

Jika hal tersebut terus dibiarkan oleh bupati selaku kepala daerah, maka dikhawatirkan disalahgunakan oleh para pejabat yang memegang mobil dinas tersebut. Sehingga uang rakyat tersebut hanya dihabiskan untuk membayar pajak Mobnas.

“Kalaupun mau diplat hitam, setidaknya diberi nama instansi, ataupun bagian mana yang memilikinya. Sehinggga masyarakat tahu dan dapat memantau siapa yang memiliki fasilitas dinas tersebut. Jadi jangan sampai ada ketidakjelasan,” pungkasnya.

Ironisnya, di tengah kritik dewan terhadap mobil dinas yang digunakan pejabat eksekutif, ternyata Waka II DPRD Benteng, Amancik, juga menyulap Mobnas sebagai fasilitas yang diberikan negara, dengan seri rahasia juga.

Sekadar diketahui, belakangan, di Pemkab Bengkulu Tengah banyaknya pejabat yang mobil dinasnya menggunakan plat hitam. Sehingga, mobil operasional yang seharusnya, digunakan untuk kepentingan dinas, banyak disalahgunakan.

Dengan mengganti plat Mobnas dengan SR (Seri Rahasia), tentunya menjadi pertanyaan sendiri di mata masyrakat. Dasar apa melakukan perubahan tersebut. Karena Mobnas merupakan aset daerah, bukan milik pribadi.

Lalu bagaimana tanggapan masyarakat Kalteng, khususnya di Pemkab Barito Utara (Barut) soal Mobdin yang digunakan buat kepentingan pribadi para pejabat. "Itu sudah menjadi rahasia umum, pejabat berlomba-lomba membeli mobil dinas, yang ujung-ujungnya malah digunakan untuk urusan pribadi," ucap Suriadi, warga Muara Teweh.

Mobdin juga sering digunakan buat hal yang tak wajar. Selain itu, mobil juga rata-rata doble gardan, padahal yang diurus cuma kalangan pegawai. Lain halnya bila urusan ke desa-desa boleh jadi, karena transportasi ke desa memang masih medan berat dengan kontruksi tanah berlumpur.

"Malah ada beberapa mobil dinas dewan digunakan untuk melansir minyak. Ini kami ketahui dari seringnya antre mobil kijang dinas dewan dibeberapa SPBU yang digunakan untuk melansir bbm," kata Rahmat, warga Muara Teweh lainnya.

Sejauh ini, soal penggunaan mobil dinas untuk kepentingan pribadi pejabat belum berhasil dikonfirmasi kepada pejabat bersangkutan. Termasuk mobil dinas anggota DPRD Barut yang digunakan pihak lain untuk melansir bbm.

Siswa Hilang, Disembunyikan Mahluk Halus Kali Aesoke

| Diposting : Kamis, 30 Desember 2010 | Pukul : 04.53.00 |

Suarapublic.com - Bicara orang hilang karena disembunyikan mahluk halus dilaporkan juga terjadi di Ende, Manggarai. Seorang siswa bernama Yosep Pota (17) dinyatakan hilang oleh keluarganya.

Oleh Keluarga dan penduduk setempat, kuat dugaan bila siswa SMKN II Ende, Manggarai itu hilang karena disembunyikan mahluk halus penghuni sebuah sungai didaerah setempat.

Peristiwa berbau mistis itu terjadi Minggu siang kemaren. Yosep, Arion Dewa bersama tiga lagi teman mereka beramai-ramai mandi di sungai Kali Aesoke. Orang tua kampung setempat sebenarnya sejak lama melarang anak-anaknya mandi disungai karena dikenal angker karena ada hantu penghuninya.

Sejak lama pula sungai ditemapat itu jarang dijadikan tempat mandi penduduk kampung karena mereka tak berani, sampai ditemui mahluk halus penghuninya. Benar saja, status angker jadi kenyataan dengan dinyatakan menghilangnya Yosep karena disembunyikan oleh Hantu penghuni kali itu.

"Kali Aesoke dipercaya warga memiliki penghuni. Karena itu warga disini tidak pernah mandi di kali itu terutama pada siang hari," kata Magnus, warga Dungga, disela pencarian korban.

Arion Dewa, teman bermain korban dilokasi mengatakan, kejadian Minggu siang kemaren, bermula dari acara mandi bersama mereka disekitar kali itu. "Yosep tiba-tiba hilang saat kami lima orang tengah asyik bermain di kali itu," timpal Dewa.

Selain mengetahui memiliki penghuni mahluk halus, warga memberi nama untuk daerah Kali Aesoke itu dengan sebutan kali angker. Hingga saat ini warga setempat bersama polisi terus berusaha mencari korban di sekitar sungai itu meski belum berhasil menemukan korban. Warga menyelam ke dalam air pun tak membuahkan hasil.

"Kami berangkat dari Koata Ende menuju Kali Aesoke. Lokasi berjarak sekitar 12 kilometer dari Kota Ende. Sebelum hilang dari kelompok kami, yosep bersama kami bermaik di sekitar air terjun di kali itu," jelas Dewa.

Selang beberapa waktu mereka tidak lagi melihat Yosep. Mereka memanggil tapi tak ada sahutan. Kemudian minta tolong ke warga setempat untuk mencarinya, namun tak berhasil. "Posisi Yosep saat itu tidak begitu jauh dari kerumunan kami berempat,' timpal Dewa.

Diakui Dewa, sebelum hilang dari kerumanan bermain kelompok mereka berempat, Yosep sempat bercerita bila malamnya dia bermimpi kejar-kejar oleh polisi. Akhir cerita Yosep hampir bersamaan dengan hilangnya kesadaran mereka terhadap keberadaan Yosep hingga pihaknya benar-benar memastikan Yosep sudah tak ada lagi dalam kerumunan kelompok temannya itu.

"Kami tidak tahu dia pergi ke mana kami melakukan pencarian tapi tak juga ketemu dengannya. Kami juga melakukan pencarian dengan cara supranatural. Salah satunya membunyikan gong yang dipercaya bisa didengar korban. Namun, hingga Senin malam Yosep belum juga kami temukan," jelas Dewa.

Kuat dugaan warga setempat bila Yosep hilang karena disembunyikan oleh Nitu (bahasa setempat yang artinya makhluk halus). "Kalau korban jatuh ke dalam air mestinya sudah mengapung dan ditemukan," timpalnya.

Mereka yakin Yosep disembunyikan mahluk halus penunggu kali itu. Kalaupun hanya hanyut terbawa air, kemungkinannya sangat kecil, karena Kali Aesoke saat ini tidak sedang banjir. "Pencarian dengan menyelusuri kali sudah ditempuh namun hasilnya nihil" imbuh Dewa.

Natal di Papua Aman dan Khidmat

| Diposting : Minggu, 26 Desember 2010 | Pukul : 03.19.00 |

SUARAPUBLIC.Com - Suasana perayaan Natal di Jayapura dan Papua pada umumnya berlangsung aman dan khusyuk. Setelah Jumat malam berbondong-bondong memenuhi tempat ibadah meski hujan turun deras sepanjang malam, hari Sabtu (25/12/2010) ini, warga kembali mendatangi gereja untuk mengikuti ibadah dan perayaan Natal.

Ayat yang diangkat oleh Persatuan Gereja-gereja Indonesia atau PGI menjadi tema Natal 2010 kali ini diambilkan dalam Yohanes 1 ayat 9 yang berbunyi, "Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia."

Kepolisian Daerah Papua menempatkan sejumlah anggota di tempat ibadah yang berlokasi di pinggir jalan serta tempat strategis. Di Gereja Kalam Kudus, dua orang perempuan polisi (polwan) membagi-bagikan bunga berisi pesan ucapan Selamat Natal dari Kepala Polda Papua Inspektur Jenderal Bekto Suprapto kepada hadirin.

Usai mengikuti ibadah ini, warga langsung mengunjungi anggota keluarga yang dituakan. Silaturahmi umum atau open house juga digelar di rumah dinas Wakil Gubernur Papua Alex Hesegem, Sekretaris Daerah Papua Constan Karma, serta sejumlah pejabat dan anggota DPRD.

Yan Mandenas, Ketua Fraksi Hati Nurani Rakyat DPR Papua, misalnya, menyediakan tenda untuk para tamu di depan rumahnya di Perumahan Grand Kotaraja.

Yan Mandenas mengatakan kunjung-mengunjungi keluarga atau kerabat usai ibadah perayaan Natal telah berlangsung sejak bertahun-tahun lalu dan menjadi tradisi bagi warga setempat. Ajang silaturahmi biasanya berlangsung hingga hari Minggu besok atau biasa disebut Hari Kedua Natal. SUMBER:KOMPAS.COM

Tokoh Lintas Agama akan Kunjungi Katedral Bandung

SUARAPUBLIC.COM - Masyarakat dari lintas agama yang terdiri atas berbagai tokoh agama, direncanakann akan mendatangi Gereja Katedral Bandung atau Santo Petrus untuk menyampaikan ucapan Natal kepada para jemaat.

"Rencananya pada misa Natal pukul 10.30 WIB ini, saudara-saudara kita dari masyarakat lintas agama akan berkunjung ke sini," kata Koordinator Gereja Katedral Bandung David Mihardja, Sabtu.

David mengatakan rencana kedatangan masyarakat dari lintas agama tersebut merupakan salah satu upaya nyata dalam membangun kerukunan umat beragama.
"Kami terharu dan sangat menghargai rencana saudara kami dari lintas agama tersebut, kami berharap damai Natal bisa dirasakan oleh semua umat manusia," katanya.

Pada perayaan misa pertama Hari Natal ini, ribuan jemaat Kristiani memadati Gereja Katedral Bandung atau Katedral Santo Petrus untuk melaksanakan misa yang dimulai pada pukul 07.00 WIB dan dipimpin oleh Pastur Katedral Leo van Beurden.

Menurut David, umat Kristianai yang melaksanakan misa di Gereja Katedral Bandung tidak hanya berasal dari Kota Bandung namun juga dari daerah lainnya di Jawa Barar seperti Garut, Tasikmalaya dan Ciamis. SUMBER : REPUBLIKA.CO.ID

Dua Peserta Tes CPNS Lulus tanpa Tes

| Diposting : Kamis, 23 Desember 2010 | Pukul : 01.40.00 |

SUARAPUBLIC.COM - Dua pelamar calon pegawai negeri sipil (CPNS) di lingkup Pemerintah Provinsi Jambi diduga lulus tanpa mengikuti tes tertulis.

Sumber kesaksian yang meminta namanya dirahasiakan mengatakan, Rabu (22/12/2010), salah seorang peserta ujian jurusan dokter umum bernama Dr David Ramli, tidak mengikuti ujian pada waktu pelaksanaan tes tertulis pada 5 Desember 2010.

"Waktu itu, saya datang ke rumahnya untuk menghadiri resepsi pernikahan dokter itu di Mandalo Darat, Kabupaten Muaro Jambi, sekitar pukul 10.00 WIB. Bahkan ketika itu, saya menyaksikan dia berada di pelaminan. Kok bisa dia lulus CPNS," bebernya.

Menurut sumber itu, tak mungkin seseorang yang sedang melangsungkan pesta pernikahan bisa mengikuti ujian tertulis. Sebab, ujian tertulis CPNS dilakukan secara serentak pada pukul 08.00 hingga 10.00 WIB lebih. Sementara, lokasi tes yang berada di Gor Kota Baru, selesai ujian hingga sekitar pukul 11.00 WIB. "Kalau pakai joki mungkin," sebutnya.

Dalam undangan, tercantum bahwa menantu salah satu petinggi DPRD Provinsi Jambi ini benar melakukan pernikahan pada hari tes tertulis tersebut. Bahkan dalam undangan disebutkan, acara dimulai pukul 10.00 WIB hingga selesai. Namun, anehnya ketika pengumuman CPNS, nama yang berinisial David Ramli ini lolos dengan memperoleh nilai 76,49 dengan posisi ranking empat.

Satu nama lainnya, yakni Cek Ana Masmita, juga diduga lulus tanpa mengikuti tes. Dia bahkan sebelumnya tidak lulus seleksi administrasi. Cek Ana Masmita lulus untuk formasi S-2 Magister Manajemen Ekonomika dan Bisnis dengan menduduki peringkat pertama dan perolehan nilai 67.20.

Salah satu sumber yang juga mengikuti ujian tersebut mengatakan pada waktu seleksi administrasi, peserta yang lolos hanya ada tiga nama. "Dari nama yang lulus administrasi, tidak ada nama Cek Ana Masmita. Bahkan saya tidak menemukan sosok Cek Ana Masmita pada waktu ujian," tandasnya.

Sedangkan Kepala BKD Provinsi Jambi Husnaini, membantah sejumlah temuan tersebut. Menurut dia, untuk nama Cek Ana Masmita sudah dicek dan mengikuti ujian tertulis. "Waktu itu kita mengalami aplikasi error, jadi nama Cek Ana Masmita itu tidak keluar, dan ia komplain.(*)

Warga Doyo Serang Warga Kemiri

SUARAPUBLIC.COM - warga kemiri, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, diserang oleh masyarakat dari Doyo, Distrik Sentani Barat, pada Selasa (21/12/2010), pukul 20.30 Waktu Indonesia Timur.

Sesuai informasi di Kemiri, pemicu penyerangan tersebut berawal dari empat orang pemuda dari Kampung Doyo membeli minuman keras (Miras) di Kemiri dalam keadaan mabuk pada Senin (20/12/2010) sambil membentak penjual. Karena tidak terima dengan perlakuan tersebut, penjual yang juga adalah warga setempat memukuli keempat pemuda itu.

Kemudian terjadilah aksi balas dendam dari warga Kampung Doyo .Mereka menyerang warga kampung Kemiri.Berhubung kejadian tersebut terjadi pada malam hari, sehingga masyarakat di Kemiri kaget dan ketakutan sehingga berhamburan keluar rumah sambil mencari pengamanan, beruntung dari kejadian tersebut tidak ada korban jiwa hanya kerusakan rumah.

Hingga saat ini belum ada pihak yang bisa dimintai keterangan karena suasana masih tegang, kendaraan menuju ke Doyo dan sekitarnya masih parkir di depan asrama Lanud Jayapura sambil menunggu suasana aman.

Pihak kepolisian gabungan angota dari Polres Jayapura dengan Brimob Polda Papua yang dipimpin langsung Kapolres Jayapura melakukan penjagaan ketat di tempat kejadian perkara.(*)

Tunggakan Listrik di Biak Rp 4,2 Miliar

SUARAPUBLIC.COM - Jumlah tunggakan rekening listrik di Kabupaten Biak Numfor, Papua, hingga Desember 2010 mencapai Rp 4,2 miliar.

Kepala Cabang Perusahaan Listrik Negara Biak Natan ST di Biak, Rabu (22/12/2010), mengatakan, pelanggan energi listrik yang menunggak paling dominan kalangan rumah tangga, yakni sekitar 60 persen.

"Besaran jumlah tunggakan setiap konsumen PLN sangat bervariasi. Faktor penyebab timbulnya tunggakan itu antara lain adanya kelambatan pelanggan dalam membayar kewajiban rekening listrik, yakni masih belum melunasi sesuai batas waktu," kata Natan.

Natan mengimbau masyakarat pelanggan PLN segera melunasi kewajiban membayar rekening listrik sehingga menjamin ketersediaan pasokan listrik ke rumah masyarakat. Bagi pelanggan yang belum melunasi tangihan rekening listrik, menurut Natan, pihak manajemen PLN Biak akan memberikan sanksi tegas berupa denda keterlambatan hingga pada pemutusan jaringan sementara.

Natan menyatakan, adanya peningkatan tunggakan rekening listrik ini sangat memengaruhi operasional manajemen PLN Biak dalam membantu kelancaran memenuhi kebutuhan listrik di masyarakat.

Berdasarkan data, rekening listrik tercetak hanya Rp3 miliar-Rp 4 miliar, sementara biaya operasional yang harus dikeluarkan PLN untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar dalam pengoperasian mesin pembangkit listrik mencapai Rp 10 miliar lebih.(*)

Buruh Surabaya Kepung Kantor Gubernur

SUARAPUBLIC.COM - Ribuan buruh Surabaya mengepung Kantor Gubernur Jawa Timur di Surabaya, Rabu (22/12/2010). Mereka menuntut gubernur menaikan upah minimun kota Surabaya 2011. Mereka minta UMK 2011 dinaikan dari Rp1.113.000 menjadi Rp1.155.000 per bulan.

Tuntutan itu dipicu UMK Gresik 2011 yang ditetapkan paling akhir dibandingkan 37 kabupaten/kota lain di Jatim dengan angka Rp1.133.000 per bulan atau paling tinggi di Jatim. Biasanya, UMK Surabaya paling tinggi di Jatim.

Buruh berasal dari beberapa kawasan industri di Surabaya seperti Margomulyo, Waru Gunung, Karang Pilang, dan Rungkut. Mereka berangkat terpisah lalu bertemu di depan kantor gubernur.

Buruh dari arah Margomulyo awalnya bisa ditahan di ujung utara Jalan Pahlawan, jalan depan kantor gubernur. Namun, blokade oleh buruh itu jebol saat rombongan datang dari arah Selatan. Jalur selatan tidak diblokade polisi. Akibatnya, buruh dari arah utara mendobrak blokade pagar betis polisi.

Selanjutnya buruh membentuk satu barisan panjang di jalan pahlawan. Ratusan Brimob bersenjata lengkap berdiri di depan gubernur. Polisi juga menyiagakan pasukan pengendali huru-hara serta mobil meriam air. Kawat berduri dibentangkan di depan kantor gubernur.(*)

Dede Yusuf Tawarkan Sentul Jadi Ibukota Baru

| Diposting : Rabu, 22 Desember 2010 | Pukul : 10.23.00 |

SUARAPUBLIC.COM - Wakil Gubernur Jawa Barat, Dede Yusuf, mendukung pemindahan Ibukota Indonesia dari Jakarta ke daerah lain. Menurut Dede, penggantinya lebih baik berada di wilayah Jawa Barat karena tidak jauh dengan Jakarta.

"Daripada, dipindah ke wilayah Palangkaraya, Kalimantan, lebih baik di wilayah Jawa Barat," katanya, Selasa (21/12/2010).

Tetapi, versi Dede, kawasan di Jawa Barat yang cocok untuk itu, bukan Jonggol, Kabupaten Bogor. Jonggol, kata dia, jika jadi Ibukota membutuhkan biaya yang besar untuk membangun infrastruktur.

"Jadi lebih baik pemindahan Ibukota itu ada di wilayah Sentul.
Sedangkan Karawang, kata dia, masih dipikirkan. Intinya, kami sangat setuju pemindahan Ibukota itu ada di wilayah Jawa Barat," katanya.

Pemerintah sendiri sudah memikirkan opsi pemindahan Ibukota ini. Staf Khusus Presiden Velix Wanggai menyatakan, pemerintah butuh waktu dua tahun menyiapkan kajian soal pemindahan Ibukota ini.(*)

Rumor Ayam Disuntik HIV Hebohkan Papua

SUARAPUBLIC.COM - Rumor yang beredar melalui pesan singkat mengenai pemusnahan ayam dan babi yang sengaja disuntikkan virus HIV/AIDS, merebak di tengah-tengah warga Enarotali, Paniai, Papua.

Juru Bicara Polda Papua, Komisaris Besar Wachyono mengatakan, isu itu merupakan bentuk provokasi dari orang yang tidak bertanggung jawab.

"Isu itu tidak benar dan menyesatkan, tujuannya untuk menciptakan keresahan di tengah masyarakat. Untuk itu, warga sebaiknya jangan mudah terpancing dengan isu tersebut," katanya, Selasa (21/12/2010)

Wachyomo menambahkan, isu itu muncul bermula ketika Minggu lalu, salah seorang warga membeli seekor ayam potong dengan harga Rp50 ribu dari seorang pedagang. Lantas, saat ayam itu di bawah ke rumah, pembeli melihat ada darah beku berwarna kehitaman pada daging ayam.

"Karena melihat darah beku di daging ayam, pembeli keberatan, lalu mengembalikan ayam itu dan meminta uangnya kembali, sambil berteriak ayamnya berisi racun dan disuntik formalin," sebutnya.

Inilah yang kemudian memancing warga pribumi lainnya melakukan aksi perusakan pasar penjualan ayam potong serta menjarah sekitar seribuan ekor ayam potong. Selanjutnya, isu melalui pesan singkat kemudian beredar, bahwa sejumlah ayam dan babi telah disuntikkan virus mematikan HIV/AIDS.

"Kemarahan warga dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan isu yang tidak bertanggung jawab. Untuk itu, warga jangan mudah terhasut," pungkas Wachyono.(*)

30 Ribu Pelanggan PLN Dumai Tunggak PLN

SUARAPUBLIC.COM - Sedikitnya ada 30 ribu pelanggan PT PLN Cabang Kota Dumai, Riau, yang masih nunggak dalam pelunasan rekening listrik.

Manajer PLN Rayon Dumai Kota, Hendri Poltak mengatakan, dari puluhan ribu pelanggan tersebut, nilai tunggakan yang harus diselesaikan hingga akhir tahun ini mencapai Rp1 miliar lebih.

Hendri menyatakan, membludaknya pembayaran tagihan saat batas akhir pembayaran sudah mulai dirasa sejak akhir November 2010 lalu. "Padahal, PLN setiap bulannya selalu memberikan waktu yang panjang bagi pelanggan untuk menyelesaikan tunggakan tagihan rekening listrik," ujarnya.

Hendri menegaskan jika saat ini PLN komit untuk menggenjot tunggakan tagihan listrik hingga akhir tahun dengan tindakan tegas melalui pemutusan rampung yang dijalankan petugas rampung (Tusbung) sebanyak 32 tim yang akan mendatangi rumah pelanggan yang menunggak.

"Bagi pelanggan tersebut, tidak ada toleransi karena di penghujung tahun 2010 ini semua pembukuan serta tunggakan harus mencapai titik nol," tegasnya.

Petugas Tusbung, lanjut Hendri, akan terus beroperasi ke rumah pelanggan yang menunggak hingga akhir tahun. "Untuk itu kita harapkan para pelanggan agar dapat memanfaatkan layanan PLN diberbagai tempat yang sangat membantu dan mudah terjangkau," tandasnya.(*)

Abu Gunung Bromo Selimuti 24 Kecamatan

| Diposting : Selasa, 21 Desember 2010 | Pukul : 11.33.00 |

SUARAPUBLIC.COM - Asap tebal berwarna kelabu akibat erupsi yang terjadi di Gunung Bromo, Probolinggo, Jatim berakibat hujan abu di 24 wilayah kecamatan di Kabupaten Probolinggo. Kondisi terparah terjadi di dua kecamatan, yakni Sukapura dan Kecamatan Sumber.

"Di tempat tersebut abu mencapai ketebalan 10 Cm," jelas Bupati Probolinggo, Hasan Aminuddin, (20/12/2010) malam.

Bahkan, peningkatan semburan abu vulkanik akibat erupsi hingga mencapai 1.000 meter.Tidak hanya Probolinggo saja yang merasakan itu. Dua kabupaten seperti Lumajang dan Jember juga merasakan hal yang sama.

Terkait itu, Hasan mengatakan, pemerintah kabupaten terus melakukan pemeriksaan kesehatan secara gratis kepada masyarakat. Termasuk membagikan susu bubuk untuk dikonsumsi warganya. "Kami memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan itu dengan gratis kepada masyarakat melalui Puskesmas terdekat," tandasnya.

Selebihnya, juga dibagikan masker, yang pelaksanaannya selain dilakukan oleh petugas Puskesmas juga kelompok masyarakat lainnya. Untuk para siswa, didistribusikan ke sekolah masing-masing yang kemudian dibagikan oleh guru.(*)

Muara Teweh

Index »

Music

Index »

advertisement

 
Hak Cipta© 2009-2016. Mardedi H Andalus | Semua hak dilindungi undang-undang.
Link: Facebook.com | Support: Creating Website | Blogger