google.com, pub-5013500952012613, DIRECT, f08c47fec0942fa0
☆BreakingNews >

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label timurtengah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label timurtengah. Tampilkan semua postingan

Wakil Gubernur Kandahar Tewas oleh Serangan Bom Bunuh

| Diposting : Minggu, 30 Januari 2011 | Pukul : 05.43.00 |

Poto : Reuter
Kandahar - Afghanistan Selatan terus bergolak. Serangkain bom bunur diri seakan tak henti-hentinya. Bahkan, Sabtu (29/1) ini, aksi bom bunur diri dilaporkan telah menewaskan Wakil Gubernur Kandahar Abdul Latif Ashna, di provinsi yang sering disebut sebagai rumah spiritual kelompok Taliban.

"Wakil Gubernur Abdul Latif Ashna yang baru saja meninggalkan rumah menuju ke kantornya diserang seorang pembom bunuh diri bersepeda motor yang meledakkan dirinya di sebelah kendaraan yang ditumpangi," kata Gubernur Kandahar, Tooryalai Wesa, seperti dilaporkan media setempat, kemaren.

Korban lainnya adalah seorang pengawal dan pengemudi mobil, termasuk juga dua pejalan kaki yang melintas di sekitar lokasi kejadian. Namun kondisi mereka hanya mengalami luka-luka. "Ini adalah ulah kelompok Taliban. Mereka tega membunuh siapa saja yang bekerja untuk masa depan negeri ini," timpal gubernur Tooryalai Wesa.

Sementara pasca kejadian itu, seorang anggota Taliban, Yousuf Ahmadi, mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu. "Pelakunya adalah salah satu anggota jihad kami," tegasnya, dikesempatan melontarkan pernyataan.

Abdul Latif Ashna sendiri merupakan seorang insinyur terlatih yang menjadi wakil gubernur sejak April 2010. Dia sebelumnya bekerja untuk UN Habitat, sebuah program PBB untuk memperbaiki lingkungan perkotaan, sebelum akhirnya mengajar di Universitas Kandahar.

Ashna juga menjadi kepala pada kantor perwakilan untuk Provinsi Kandahar dalam bidang pelayanan pembangunan wilayah pedesaan. Tewasnya Ashna sangat disayangkan penduduk setempat, karena dianggap aset yang sangat bernilai tinggi bagi kemajuan kedepannya negara itu.

Demo Menuntut Mubarak Mundur Meluas ke Inggris

Demosntrasi di ibukota Mesir, Kairo (AP Photo)
London - Demo mengecam pemerintahan Mesir meluas ke London, Inggris. Tak kurang dari seratus demonstran melakukan aksi yang sama di luar kantor kedutaan Mesir di London itu. Desakan warga Mesir di Inggris sama yakni menuntut mundurnya Presiden Hosni Mubarak dari tahta kekuasaan.

Para pengunjuk rasa membentangkan spanduk bertuliskan: "Katakan pada Firaun Tua agar membiarkan orang-orangnya pergi" dan "Tidak ada diktator". Ali Hegazi (31) yang bermukim di Fulham, London Barat mengatakan bahwa ia tidak dapat menghubungi keluarganya di Mesir karena adanya pembatasan pemutusan jaringan Internet di seluruh wilayah Mesir pascademonstrasi besar-besaran menentang pemerintahan yang ada sekarang sejak awal pekan ini.

"Mubarak harus segera pergi karena tidak ada yang menginginkannya di Mesir," tegas Ali Hegazi. Demonstran lain, Rafik Bedair (36), seorang dokter dari Manchester, bagian barat laut Inggris mengatakan mereka hanya ingin menunjukkan solidaritas dengan saudara-saudaranya yang juga berdemonstrasi di Mesir saat ini.

Sedangkan Bedair menambahkan, apa yang dijanjikan Mubarak selama ini seperti akan ada lebih banyak kebebasan bagi warga negara hanyalah kebohongan belaka selama 30 tahun terakhir.

Kelompok masyarakat pendukung kelompok Islam Hizbut Tahrir juga muncul di kantor kedutaan, distrik Mayfair. Mereka menyerukan agar Mubarak segera turun dari jabatannya karena presiden Mesir itu dianggap berada di bawah pengaruh Barat.

Disaat demontran berunjukrasa di Kedutaan Mesir di London, diwaktu yang sama warga Mesir melakukan unjuk rasa besar-besaran di Kairo. Mereka mendesak pembebasan tokoh oposisi dan menuntut Presiden Mesir Hosni Mubarak mundur dari tahta kekuasaan Negara Mesir.

Demonstran Mesir Lakukan Pembakaran, Tuntut Presiden Mundur

| Diposting : Sabtu, 29 Januari 2011 | Pukul : 08.35.00 |

Poto : Aljazeera
Mesir - Massa demonstrasn di Kota Mesir kian memperlihatkan keberingasannya. Mereka membalik sejumlah mobil milik pemerintah kemudian membakarnya. Mereka juga meneriaki Presiden Mesir Hosni Mubarak agar turun tahta.

Aksi beringas para demonstran yang situasinya mengingkatkan kondisi di Indonesia pada tahun 1998 itu terjadi setelah tokoh pemimpin oposisi Mesir Mohamed El Baradei ditangkap Kepolisian Mesir.

Puluhan ribu demonstran juga menggulingkan kendaraan bus milik pemerintah dan membakarnya, seperti dilaporkan Aljazeera, dini hari ini.  "Kota Mesir kini semakin kacau setelah penangkapan beberapa tokoh oposisi dan para demonstran, Jum'at malam (28/1/2011). Masa juga meneriaki presiden Hosni Mubarak untuk turun tahta," tulis Aljazeera.

Terpisah, Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat minta para TKI yang bekerja di Mesir menjauhi kerumunan massa menyusul kerusuhan di negara itu.

Jumhur di Jakarta, Jumat (27/1/2011), minta TKI di Mesir tetap tenang dan fokus pada pekerjaannya meskipun Presiden Mesir Husni Mubarak sedang diguncang aksi unjuk rasa sebagian rakyatnya untuk mundur. "Hindari segala kerumunan massa yang berpotensi menimbulkan kerusuhan," katanya.

Ia berharap TKI di Mesir terus menjalin komunikasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kairo, sehingga jika kondisi makin memburuk memudahkan KBRI melakukan evakuasi.  Sejauh ini diperkirakan ada sekitar 8.000 orang TKI yang bekerja di sejumlah kota di Mesir.

Zionis Israel Terus Gelorakan Kampanye Yahudisasi Al-Quds

| Diposting : Minggu, 16 Januari 2011 | Pukul : 11.29.00 |

AL-QUDS - Tangan besi zionis Israel terus melebarkan sayapnya didaerah kekuasanya. Baru-baru ini, sebagaimana laporan media setempat, Pemerintah distriker Israel, meluncurkan kampanye media untuk mendorong yahudisasi Al-Quds.

Kampanye mereka bertemakan,“jangalah kita batasi kota Al-Quds”. Mereka menggiatkan sejumlah programnya dengan menganggap Al-Quds sebagai ibukota negara Israel tak terbagi. Kampanye tersebut merupakan langkah awalan dari tekad Distrik Al-Quds dalam beberapa pekan ke depan dimana terus mendorong pemerintah Zionis agar mengaktifkan kembali perekonomian di kota tersebut.

Kaitannya terhadap dorongan itu, pemerintah distrik Israel meminta departemen keuangan Zionis agar meningkatkan pemasukan pajak bagi perumahan Arnuna di kota tersebut. Sebaliknya, mereka meminta pemerintah Israel melakukan pengurangan pajak bagi para penghuni permukiman Zionis di kota itu.

Lebih Detail Mengenai Kota Al Quds?

Situs Global Muslim, dalam artikel mereka berjudul "Tiada Arti Bagi Israel Tanpa Jerusalem dan Tiada Arti Jerusalem Tanpa Kuil", melaporkan, sejak 8 November 1949, Perdana Menteri Zionis, waktu itu, David Ben Gurion, menyatakan bahwa menjadi hak entitas Zionis mencaplok Jerusalem (al Quds) ke dalam wilayah Israel.

Itu merupakan pernyataan pertama dari entitas Zionis mengenai niatnya untuk mencaplok al Quds, yang merupakan salah satu kota suci bagi umat Muslim yang dianggap jantung dari alam semesta.

"Kenangan menyakitkan menambah deretan rekaman panjang kenangan pahit yang dialami oleh umat Islam dan Palestina pada khususnya," tulis blog situs itu.

Sebenarnya Rencana Yahudisasi al Quds sudah muncul sejak lama. Meski Al Quds dalam akal pikiran lobi Zionis, sejak awal gerakan Zionisme, bukan dianggap sebagai hak untuk mereka. Namun karena al Quds berarti buat mereka untuk menjamin kelangsungan hidup di negera mereka yang hilang "Israel".

Dari sinilah mereka sejak tahun 1897 melaksanakan rencana mereka untuk meyahudikan al Quds dan mengubah fitur-fitur Islam dan Kristen, dan selalu menolak untuk menarik diri dari al Quds. Bahkan mereka mendeklarasikan bahwa al Quds Jerusalem adalah ibukota abadi bagi mereka. Semua itu didukung oleh Inggris Amerika.

Sejak Kongres Zionisme Pertama tahun 1897 di Basel, Swiss, Herzl memaparkan "proyek negara Yahudi" yang bertujuan untuk mendirikan sebuah negara Yahudi di atas seluruh tanah Palestina. Sejak itu, tujuan dan ambisi gerakan Zionis terungkap. Mereka berupaya – dengan berbagai cara memanfaatkan semua kemampuannya dan potensi orang-orang Yahudi di seluruh dunia, yang dikobarkan dengan keyakinan agama mereka, kecenderungan golongannya, afiliasi politiknya dan berupaya mencelupnya dengan cetakan gerakan Zionis – merealisasikan berdirinya sebuah negara Yahudi di Palestina secara khusus.

Sejak awal gerakan Zionis pada 1897 yang menyuarakan berdirinya negara, mereka belum menyatakan bahwa tujuan mereka adalah menguasai seluruh Palestina dan mengusir warga Arab Palestina manusia dari rumah-rumahnya, apalagi menyatakan bahkan al Quds adalah kota mereka. Semua yang mereka nyatakan adalah “upaya mereka untuk sampai ke tempat-tempat ibadah untuk melaksanakan ritual keagamaan mereka. Tiba-tiba, setelah perang tahun 1967, setelah mereka menduduki kota al Quds mereka menyatakan bahwa al Quds adalah kota mereka dan mencaploknya ke dalam "Israel".

Sejak saat itu, semua pemimpin entitas Zionis menolak untuk berkompromi dalam masalah al Quds. Bahkan setelah ke;uarnya sejumlah resolusi yang mengutuk pendudukan Zionis sejak diterbitkannya Resolusi 242 hingga sekarang. Di antaranya adalah keputusan Golda Meir di depan pertemuan yang dihadiri oleh para pemimpin gerakan Zionis di dunia. Dia mengatakan, "Jika orang-orang Arab mengira bahwa negosiasi akan berakhir dengan pembicaraan tentang konsesi di kotaJerusalem, sesungguhnya mereka sedang bermimpi."

Penjajah Zionis Israel selalu berusaha menghancurkan negosiasi "damai" dengan Arab. Yaitu dengan menyatakan tidak mau menarik diri dari al Quds dan berusaha meyakinkan seluruh dunia bahwa mereka tidak maunya mereka menarik diri dari al Quds bukan untuk menghalangi perdamaian, namun tetapi karena al Quds (Jerusalem) adalah ibu kota bersejarah mereka dan itu tidak ada hubungannya sama sekali dengan orang-orang Arab.

Dalam perkembangan penguasaan terhadap AL-Quds, Otoritas penjajah Israel – bersama dengan gerakan Zionis – berusaha meyakinkan dunia mengenai hal itu melalui pembentukan komite-komite dan organisasi-organisasi semu dengan berbagai nama untuk mempromosikan kebohongan-kebohongan sejarah ini. Di samping itu, gerakan Zionis juga mengeluarkan pernyataan-pernyataan dalam rangka mencapai tujuan penting. Yaitu bahwa al Quds (Jerusalem) tidak akan pernah kembali menjadi Arab selama-selamanya. Pernyataan ini menyingkapkan kepada kita bahwa entitas ini masih menggunakan tipu muslihat dalam kebijakannya. Tidak akan mundur satu inci pun dari tanah kota al Quds, tidak akan mau meninggalkan "tempat-tempat suci"-nya. Yang demikian itu agar "Israel" tetap menjadi kiblat dunia dan selalu menjadi titik pandang mereka.

Mungkin di antaranya pernyataan yang paling penting adalah yang dikeluarkan di Kansas oleh "Organisasi Budaya Amerika untuk Menjamin Eksistensi (Israel yang Aman)" di akhir bulan November 1973. Di dalam tersebut ditegaskan bahwa Palestina belum pernah menjadi negara Arab sepanjang sejarah. Namun seluruh wilayah tersebut pada tahun 1900 adalah sebuah negara Yahudi.

Pernyataan ini juga menegaskan bahwa sebelum tahun 1922 Yordania adalah bagian dari Palestina, sama sekali bukan Arab, dan sebelum tahun 1948 timur al Quds dan Tepi Barat bukan dan bagian dari Yordania, wilayah Gaza Palestina bukan bagian dari Mesir, Semenanjung Sinai bukan Arab bukan dan bukan bagian integral dari Mesir selama 400 tahun sebelum tahun 1900; di mana Sinai adalah koloni Turki, dan setelah tahun 1900 Mesir melakukan agresi melawan Turki dan merebut pedalaman di Sinai, tidak ada satu inci tanah pun yang direbut oleh "Israel" yang kembali dibentuk pada tahun 1947, tidak ada yang namanya pengungsi Arab satu pun sebelum invasi Mesir dan Yordania terhadap Palestina pada tahun 1948.

Al Quds masih menjadi target terpenting gerakan Zionis sejak didirikan. Penggunaan nama Zionisme yang diambil dari kata "Zion", yang tidak lain adalah salah satu bukit di al Quds, menunjukan arti sejauh mana kedudukan al Quds bagi mereka. Itu mungkin yang ditegaskan David Ben Gurion, perdana menteri pertama entitas Zionis, yang selalu mengulang-ulang ungkapan sejak awal pemerintahannya bahwa "Tiada Berarti Bagi Israel Tanpa Jerusalem dan Tiada Berarti Jerusalem Tanpa Sebuah Kuil."

Oleh karena itu, semua perkataan dan pernyataan sejak pendirian gerakan Zionis, yang telah beredar di kalangan para pemimpin Yahudi, bukan sekadar pernyataan di bibir saja, namun merupakan rencana yang terjadi dan terus dipantau. Sampai-sampai mereka menaruh semua beban agama, politik, ekonomi dan media demi menduduki al Quds sejak tahun 1948 sampai sekarang. Zionisme telah menyiapkan sebuah rencana lengkap untuk menduduki al Quds dan menguasainya, serta bekerja untuk menghapus fitur-fitur Arab dan Islam di sana.

Di sini muslim Palestina, umumnya muslim Arab menemukan dalam perang tahun 1967, mereka melenyapkan dinding-dinding di kampung Misrara yang memisahkan al Quds Barat dengan al Quds Timur. Mereka juga melenyapkan semua bangunan, rumah-rumah, masjid-masjid dan sisi-sisi yang melekad dengan tembok al Burak (Israel menyebutnya tembok ratatan); di mana tembol al Burak disiapkan untuk menyambut orang Yahudi dari seluruh dunia, dan tentu saja puncak langkah-langkah tersebut adalah deklarasi penggabungan al Quds ke "Israel".

Entitas Zionis Israel telah banyak melakukan langkah-langkah praktis untuk mempertahankan al Quds untuk selama-lamanya, yang telah diambil sejak munculnya gerakan Zionisme di abad kesembilan belas. Di antaranya adalah upaya mengelabui Sultan Abdul Hamid untuk mendirikan Universitas Ibrani di al Quds, di samping proyek-proyek permukiman di al Quds ditambah upayanya melibatkan para insinyur dunia untuk menghapus fitur-fitur Islam dan Kristen di al Quds.

Upayakan Perundingan Damai, AS Temui Utusan Palestina-Israel

WASHINGTON - Menghidupkan kembali perundingan perdamaian antara Negara Palestina dan Israel terus diupayakan berbagai negara. Salah satunya Negara Adidaya Amerika Serikat. Melalui utusan urusan Timur Tengah George Mitchell, Pemerintahaan Barack Obama memfasilitasi perundingan perdamaian bagi dua negara Timur Tengah itu.

Berdasarkan laporan media setempat, kemaren George Mitchell melakukan pertemuan secara terpisah dengan utusan kedua negara yang bertikai karena perebutan wilayah negara masiang-masing. Pertama Mitchell melakukan pembicaraan dengan utusan Palestina Saeb Erakat, kemudian dilanjutkan bertemu dengan utusan Israel Yitzhak Molcho.

Juru bicara Departemen Luar Negeri Philip Crowley mengatakan, pertemuan utusan AS untuk urusan Timur Tengah itu, adalah sebagai bagian dari tawaran Washington untuk menghidupkan kembali perundingan perdamaian antara Palestina dan Israel.

Pertemuan dengan kedua utusan Palestina dan Irael itu dimulai sejak 2 September, namun diakuinya sempat terhenti tiga minggu kemudian dengan berakhirnya moratorium Israel mengenai pembangunan permukiman.

Saat itu tokoh-tokoh Palestina menolak untuk berbicara sementara Israel terus membangun. Washington mengakui bulan lalu mereka telah gagal untuk mengamankan perjanjian Israel untuk membekukan pembangunan permukiman baru di wilayah Palestina yang mereka caplok.

Dalam kesempatan berbicara itu, Crowley mengulangi mengenai tindakan penentangan AS terhadap proposal Palestina untuk resolusi PBB yang mengecam pembangunan permukiman Israel.

Washington berpendapat bahwa PBB adalah forum salah alamat untuk mengatasi masalah-masalah rumit, dan bahwa Israel dan Palestina harus mencari jalan kembali ke perundingan langsung sebagai satu-satunya cara untuk mengatasi perbedaan mereka.

Palestina melihat adanya sekitar 500.000 pemukim Yahudi di Tepi Barat yang diduduki dan pencaplokan Jerusalem Timur sebagai ancaman besar bagi pembentukan negara mereka yang dijanjikan, dan memandang tuntutan AS untuk membekukan pembangunan permukiman itu sebagai ujian penting dari niat Israel.

Sementara itu, dijalur lain, Kuartet Internasional mediator Timur Tengah akan mengadakan pertemuan tingkat tinggi di Munich pada 5 Februari untuk mencoba menghidupkan kembali perundingan Palestina-Israel, menurut pernyataan Uni Eropa yang dilaporkan media setempat, Kamis.

Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Catherine Ashton dijadwalkan untuk ikut ambil bagian dalam pertemuan tersebut, tambah para pejabat Uni Eropa.

Sebelumnya, jurubicara Deplu AS Philip Crowley mengatakan utusan Israel Yitzhak Molcho dan utusan Palestina Saeb Erakat akan datang ke Washington untuk bertemu secara terpisah dengan para pejabat AS.

Pertemuan itu menurut Philip Crowley sebagai bagian dari konsultasi tanpa henti Pemerintahan Barack Obama dengan pihak-pihak itu pada tingkat kerjasama guna mencapai perjanjian kerangka kerja mengenai semua masalah inti demi tercapainya kata sepakat kedua belah pihak.

Menlu Hillary Clinton, yang sekarang sedang berkunjung ke Uni Emirat Arab, Oman dan Qatar, mungkin akan berpartisipasi dalam pembicaraan itu, timpalnya.

Ditambahkanya, bahwa kedua utusan itu tidak akan saling bertemu, tapi bahwa utusan AS untuk Timur Tengah George Mitchell mungkin juga akan berbicara dengan masing-masing mereka.

Sekadar diketahui, pembicaraan perdamaian langsung antara Israel dan Palestina macet setelah Washington mengakui mereka telah gagal menjamin perjanjian Israel bagi pembekuan baru pembangunan permukiman. Pembekuan Pembangunan pemukiman itu menjadi syarat utama Palestina untuk meneruskan pembicaraan perdamaian.

Pembicaraan langsung itu dimulai pada 2 September, tapi terhenti tiga pekan kemudian dengan berakhirnya moratorium Israel terhadap pembangunan permukimannya. Palestina menolak melakukan pembicaraan, sementara Israel meneruskan pembangunan permukiman.

Militan Palestina Janji Hentikan Tembakan Roket ke Israel

| Diposting : Kamis, 13 Januari 2011 | Pukul : 23.53.00 |

Darwis al-Gharabili, pemimpin Jihad Islam Palestina.
Peringatan Mesir, bahwa penembakan roket kemungkinan akan kembali menyulut perang, dapat respon dari militan Palestina. Para pemimpin militan negara itu di Gaza berjanji akan menghentikan penembakan roket terhadap Israel.

Seorang pejabat yang terlibat dalam pembicaraan, Rabu, mengatakan, faksi-faksi sepakat untuk menghentikan peluncuran roket dan tembakan mortir asalkan Israel menghentikan serangan udara dan serangan lain.

Pertemuan diadakan hanya beberapa hari setelah penguasa Gaza, Hamas, mengatakan mereka akan memastikan kelompok-kelompok militan Palestina mematuhi kesepakatan untuk menghentikan serangan, setelah ketegangan meningkat selama berminggu-minggu di sepanjang perbatasan Israel.

Mesir, yang menengahi gencatan senjata di masa lampau antara militan Gaza dan Israel, telah memberitahu Hamas bahwa kemarahan Israel atas serangan roket dapat menimbulkan serangan militer lagi seperti operasi militer Israel tahun 2008 yang lalu.

Serangan itu diketahui telah menewaskan 1.400 orang Palestina dan menghancurkan sebagian daerah kediaman pantai. Hamas kemudian menyelenggarakan pembicaraan dengan beberapa faksi Palestina termasuk Jihad Islam, Front Pembebasan Rakyat Palestina (PLO) dan Front Demokratis Pembebasan Palestina (DFLP).

DFLP telah mengklaim beberapa serangan terhadap Israel dari Gaza dalam dua tahun ini. Kelompok tersebut adalah salah satu dari beberapa yang telah mengatakan mereka telah sepakat untuk mendamaikan ketenangan kondisi di lapangan.

Hillary Clinton Propokasi Timur Tengah Lawan Iran

| Diposting : Rabu, 12 Januari 2011 | Pukul : 10.42.00 |

Presiden Iran Ahmadinejad
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Hillary Rodham Clinton melancarkan manuver politik saat kunjungannya ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Senin (10/1). Dia mempropokasi negara Arab untuk melawan Iran.

Clinton tengah melakukan road show kampanye anti Negara Mullah itu di Timur Tengah. Sejak Sabtu (8/1), Clinton memulai kunjungannya ke tiga negara Arab di Teluk Persia. Kunjungan itu dilakukan menjelang perundingan Iran dengan kelompok 5+1 (Inggris, China, Prancis, Rusia dan Ame­rika Serikat (AS), plus Jerman) di Istanbul, Turki.

Dalam road show kampanye anti Iran itu, Clinton telah berkunjung ke Uni Emirat Arab, Oman dan Qatar. Ini merupakan lawatan kedua kalinya ke ka­wasan itu sepanjang dua bulan lalu. Masalah sanksi atas Iran merupakan salah satu isu pem­bicaraan Clinton dengan para pe­mimpin negara arab itu.

Clinton meminta negara-ne­gara Arab meningkatkan tekanan dan memberian untuk memberikan sanksi kepada Iran, agar negara itu menghentikan program nuklirnya.

Bekas first lady AS itu juga me­ngatakan, ne­gara-negara Arab memiliki pe­ranan penting dalam mem­bantu dimulainya perundi­ng­an damai Israel-Palestina de­ngan mem­pro­mosikan perluas­an pe­mu­kiman Arab-Israel.

“Sanksi telah berjalan. Iran akan membuatnya semakin sulit apabila mereka tetap memper­tahankan ambisi mengem­bang­kan proyek nuklirnya,” kata Clinton dalam talk show di Pan-Am Arab TV, seperti dilaporkan rakyatmerdeka.co.di.

“Program nuklir mereka, da­lam pengamatan kami meng­alami hambatan. Kita masih pu­nya waktu (mencegahnya), akan tetapi waktu kita tidak banyak,” timpal Clinton.

Clinton mengkompori negara Arab dengan mengatakan,“Apa­bila Iran sukses mengembang­kan program nuklirnya, akan memicu perlombaan senja nuklir. Ini kepentingan utama negara arab di kawasan itu untuk men­­cegah Iran men­dapatkan persenjataan nuklir.

Clinton juga menuduh Iran ber­upaya menciptakan konflik baru di timur tengah guna meng­a­lihkan perhatian dunia dari am­bisi nuklirnya. Khususnya kon­flik Israel dan Palestina.

“Kita tak dapat membiarkan permasalahn tersebut dialihkan, dan kita juga tak boleh membiarkan adanya pengaruh luar yang dapat meng­ganggu perdamaian Timur Te­ngah, karena hal tersebut dapat menjadi bencana buat kita se­mua,” timpal Clinton.

Aktivis HAM Dibui 11

Sementara itu, pemenang Nobel Perdamaian asal Iran Shirin Ebadi dihukum penjara selama 11 tahum atas dakwaan “mengancam keamanan negara”. Hal itu disampaikan pengacaranya, Nasrin Sotoudeh, kemarin.

“Klien saya dihukum 11 tahun penjara, dengan larangan menga­dakan praktik hukum selama 20 tahun, dan mendapat larangan meninggalkan negara selama 20 tahun,” kata Sotoudeh.

Mahnaz Parakand, pengacara Ebadi yang lain, menambahkan, Ebadi ditahan karena melakukan membangkang pemerintah ka­rena mendirikan organisasi the Defenders of Human Rights Center, tulis sejumlah media setempat.

Bom Al-Qaeda di Kantor Polisi, Tewaskan 4 Orang

| Diposting : Kamis, 30 Desember 2010 | Pukul : 06.43.00 |

Baghdad - Sebuah kantor kepolisian di Utara kota Mosul, Irak obrak-abrik setelah sebuah bom bunuh diri meledak disitu. Empat petugas kepolisian setempat dinyatakan tewas dalam peristiwa tersebut.

Laporan AFP menyebutkan, peristiwa terjadi Rabu (29/12/2010). Salah satu petugas kepolisian setempat yang tewas tersebut adalah seorang perwira yang bertugas mengawasi serangan-serangan militan.

Aksi bom bunuh diri dilakukan oleh dua orang milisi Al-Qaeda. Pelaku bom ketiga berhasil ditembak mati sebelum melancarkan aksinya dengan target Letkol Shamil Ahmed Oglah, seorang perwira polisi yang memimpin operasi melawan afiliasi kelompok Al-Qaeda, Minggu lalu.

"Serangan itu dilakukan anggota Al-Qaeda karena Letkol Ahmed Oglah menjadi pemimpin operasi melawan kelompok tersebut, pekan lalu," kata sumber di Kementerian Dalam Negeri Irak.

Sumber tersebut mengatakan, upaya bom bunuh diri dengan target Oglah sebelumnya juga dilancarkan. Serangan terakhir terjadi dua hari lalu di tepi barat Kota Ramadi yang menewaskan 9 orang dan 49 terluka. "Termasuk 4 polisi," ujar sumber tersebut.

Dalam serangan pos pemeriksaan polisi 12 Desember kemarin di Irak Barat dan Tengah, 6 polisi dan 8 orang lainnya tewas. 25 Agustus, setidaknya 19 polisi tewas dalam pemboman mobil. Sebanyak 53 orang tewas dan sekitar 250 terluka dalam serangan Agustus itu.

Akibat serangan yang mengarah ke kantor kepolisian setempat, sebagian besar kantor polisi di daerah Al-Binat Qabr Mosul barat, rusak berat.

Muara Teweh

Index »

Music

Index »

advertisement

 
Hak Cipta© 2009-2016. Mardedi H Andalus | Semua hak dilindungi undang-undang.
Link: Facebook.com | Support: Creating Website | Blogger