SUARAPUBLIC.COM - Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Agustinus Teras Narang, mendatangi kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Rabu (8/12). Ia melaporkan hasil rapat pleno dari Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kobar terkait hasil pemilu kada yang dianulir Mahkamah Konstitusi (MK).
"KPUD Kobar sudah membuat penetapan berdasarkan voting dengan hasil 3 banding 2. Yang 3 berketetapan bahwa hasil yang sah adalah hasil dari pemilu kada tanggal 5 Juni lalu. Tentu, hal ini bertentangan dengan putusan MK yang mengatakan sebaliknya," kata Teras, di kantor Kemendagri, Rabu (8/12/2010).
Kapolda Kalteng Brigjen (Pol) D Jackie, yang juga hadir dalam kesempatan tersebut juga sempat memaparkan kondisi keamanan terakhir. Meski situasi kondusif, Gamawan tetap meminta agar masalah keamanan menjadi prioritas aparat setempat. "Kondisi kondusif, walau saat menjelang pleno memang ada permintaan untuk penambahan personil. Tapi karena bisa berjalan dengan baik, pasukan pun kita tarik," ujarnya.
Dari pertemuan siang itu, Gamawan memberikan beberapa arahan kepada Teras terkait polemik yang terjadi di Kobar.
Pertama, Gamawan mengingatkan bahwa pemilu adalah ranah dari KPU. Karenanya, Mendagri tetap meminta semua pihak, termasuk Teras untuk menunggu perkembangan lebih lanjut dari KPU. Dalam beberapa hari mendatang, kata Teras, KPU pusat, provinsi dan KPUD akan menggelar rapat untuk membahas ini.
Selain itu, Gamawan juga mengingatkan Teras soal roda pemerintahan di Kobar selama polemik ini belum terselesaikan. Pelayanan masyarakat, terutama soal anggaran pendapatan belanja daerah, kata Teras, harus tetap diperhatikan.(*)
"KPUD Kobar sudah membuat penetapan berdasarkan voting dengan hasil 3 banding 2. Yang 3 berketetapan bahwa hasil yang sah adalah hasil dari pemilu kada tanggal 5 Juni lalu. Tentu, hal ini bertentangan dengan putusan MK yang mengatakan sebaliknya," kata Teras, di kantor Kemendagri, Rabu (8/12/2010).
Kapolda Kalteng Brigjen (Pol) D Jackie, yang juga hadir dalam kesempatan tersebut juga sempat memaparkan kondisi keamanan terakhir. Meski situasi kondusif, Gamawan tetap meminta agar masalah keamanan menjadi prioritas aparat setempat. "Kondisi kondusif, walau saat menjelang pleno memang ada permintaan untuk penambahan personil. Tapi karena bisa berjalan dengan baik, pasukan pun kita tarik," ujarnya.
Dari pertemuan siang itu, Gamawan memberikan beberapa arahan kepada Teras terkait polemik yang terjadi di Kobar.
Pertama, Gamawan mengingatkan bahwa pemilu adalah ranah dari KPU. Karenanya, Mendagri tetap meminta semua pihak, termasuk Teras untuk menunggu perkembangan lebih lanjut dari KPU. Dalam beberapa hari mendatang, kata Teras, KPU pusat, provinsi dan KPUD akan menggelar rapat untuk membahas ini.
Selain itu, Gamawan juga mengingatkan Teras soal roda pemerintahan di Kobar selama polemik ini belum terselesaikan. Pelayanan masyarakat, terutama soal anggaran pendapatan belanja daerah, kata Teras, harus tetap diperhatikan.(*)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar