google.com, pub-5013500952012613, DIRECT, f08c47fec0942fa0
☆BreakingNews >

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label SEPAKBOLA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SEPAKBOLA. Tampilkan semua postingan

Bukan Pelaku Kriminal, Irfan Bachdim Malah dicoret dari Timnas

| Diposting : Minggu, 30 Januari 2011 | Pukul : 14.39.00 |

Jakarta - Pertaruhan kepentingan akhirnya mengkorbankan salah satu pemain sepak bola terbaik negeri ini. Irfan Bachdim dipasatikan tak bisa memperkuat Timnas karena namanya resmi dicoret dari skuad Garuda.

Banyak pihak yang menyayangkan dicoretnya nama Irfan dari skuad Timnas, dua di antaranya adalah teman Irfan, Mark van der Maarel dan Stefano Lilipaly yang dulu sama-sama bermain di Utrecht, klub Eredivise Belanda.

Sebagai sesama pemain Utrecht, Van der Maarel dan Lilipaly sangat mengenal sosok Irfan yang sama-sama memiliki darah Indonesia. Striker berusia 22 tahun itu selama dua tahun (2005-2007) memperkuat tim junior Utrecht. Dia juga sempat memperkuat tim utama FC Utrecht pada musim kompetisi 2008/2009.

Seperti dilaporkan situs Radio Nederland Wereldomroep, van der Maarel dan Lilipaly tak hanya kenal Irfan, lebih dari itu keduanya juga mengikuti perkembangan berita tentang Irfan di Indonesia, termasuk nasib Irfan yang karena pertarungan kepentingan beberapa pihak yang harus terdepak dari timnas Indonesia.

Seperti diketahui, PSSI telah secara sepihak menggunakan kekuasaannya untuk mencoret nama Irfan dari timnas Indonesia. Pemain yang pernah memperkuat HFC Haarlem itu dicoret bukan karena tidak memiliki kualitas. Tapi, Irfan dicoret dari skuat Alfred Riedl karena memilih bertahan bersama Persema Malang untuk bermain di Liga Primer Indonesia (LPI).

Van der Maarel dan Lilipaly mengaku sendih terhadap situasi yang menimpa Irfan. Keduanya sangat menyayangkan keputusan pencoretan Irfan. Menurut keduanya, Irfan bukan pelaku tindak kriminal tapi begitu gampang dicoret dari timnas.

Memang, begitulah bila egoistis seseorang sedang bicara, rasa nasionalis dan kebangsaan pihak lain yang harus mengalah demi kepentingan politik dan golongan. Sungguh pelajaran tak mendidik bagi generasi muda dipertontonkan kaum tua pengurus PSSI dan pihak lain. Terlalu!!!

Tim 'Ginseng' Korsel Libas Uzbekistan Skor 3-2

| Diposting : Sabtu, 29 Januari 2011 | Pukul : 08.48.00 |

Korea Selatan unjuk keperkasaan. Dalam laga perebutan tempat ketiga Piala Asia, Jumat (28/1/2011), tim Ginseng mencukur Uzbekistan dengan skor 3-2. Hasil itu juga menjadi pengaman posisi bagi Korsel pada Piala Asia 2015 nanti di Australia.

Tim asuhan Cho Kwang-Rae itu terlihat akan meraih kemenangan mengesankan dengan unggul 3-0 pada babak pertama. Tapi Uzbekistan bangkit dan memperkecil kekalahan.

Gol kelima Koo Ja-Cheol pada kompetisi tersebut merancang kemenangan Korea Selatan sebelum Ji Dong-Won menambah dengan dua gol yang dirancang dengan penuh seni.

Gol pada babak pertama dan babak kedua dari Alexander Geynrikh membawa Uzbekistan kembali ke permainan, tapi Korea Selatan dapat menahan keunggulannya dan merebut posisi ketiga kompetisi benua Asia itu untuk ketigakalinya dalam empat turnamen.

Australia akan bertemu juara tiga kali Jepang pada pertandingan final yang akan digelar Sabtu (29/1/2011).

PT Djarum Berencana Tuntut Rp 7 Miliar LSI

| Diposting : Minggu, 16 Januari 2011 | Pukul : 10.42.00 |

JAKARTA - Kisrus pengurus PSSI dengan pihak penyelenggara Liga Primer Indonesia (LPI) yang dibentuk pengusaha terkenal nasional, Arifin Panigoro, berbuntut tuntutan gati rugi terhadap penyelenggara Indonesia Super Liga (ISL). PT Djarum, selaku sponsor utama berencana mengajukan klaim ganti rugi sebeesar Rp 7 milyar kepada pihak penyelenggara ISL.

Alasan tuntuan salah satunya karena banyak pertandingan yang diselenggarakan ISL gagal digelar. Selain itu adanya beberapa club peserta ISL mundur yang kemudian berpindah ke kompetisi lainnya. Seperti diketahui, klub ISL 2010/2011 yang dipastikan mundur adalah kemudian pindah ke kompetisi LPI adalah Persema Malang, Persibo Bojonegoro, dan PSM Makassar.

Tuntutan finansial itu merujuk kesepakatan awal dengan PT Liga Indonesia, dimana PT Djarum selaku sponsor utama, bisa memberikan penalti dalam bentuk nilai uang dengan jumlah tertentu bila ada pertandingan yang gagal dilaksanakan.

"Kita sudah positif akan mengajukan tuntutan. Besarkan nilai tuntutan, Rp 100 juta dikalikan dengan jumlah laga yang hilang atau gagal dipertandingkan. Ini merupakan bentuk konsekuensi yang harus diterima," kata Fatih Chabanto, Perwakilan PT Djarum.

Diakui, mundurnya tiga klub ISL yang bergabung dengan LPI, mengakibatkan beberapa pertandingan yang digelar praktis tanpa penonton. PT Djarum menghitung, ada sekitar 70 laga gagal maupun terancam tak bisa dipertandingkan, pasca hengkangnya tiga club Persema Malang, Persibo Bojonegoro dan PSM Makassar.

Bila dikalikan nominal Rp 100 juta denda dalam setiap satu kali pertandingan gagal digelar, berarti ganti rugi yang harus dibayar PT Liga Indonesia kepada sponsor utama mencapai Rp 7 miliar.

Denda harus ditanggung PT Liga Indonesia juga dapat dihitungkan dari sebuah pertandingan kandang yang ternyata tanpa penonton atau dipindah ke tempat netral. "Kami sedang menunggu program Liga. Bagaimana mereka membuat perubahan, membuat kompetisi tetap menarik, dan klub tidak berkurang lagi. Namun aturan sanksi berlapis tetap dipakai, selain denda Rp100 juta untuk laga yang hilang, kami dan Liga sudah sepakat dengan denda yang lain," jelas Fatih.

Besarnya denda dari selain akibat gagalnya pertandingan bervariasi. Mulai dari denda Rp 50 juta ditiap laga tanpa penonton. Ada juga denda Rp 75 juta per laga bagi pemindahan kandang dengan penonton. Denda sama Rp 100 bila laga dilaksanakan di tempat netral dan digelar tanpa penonton.

Menurut Fatih, penalti yang nantinya akan diajukan ke pihak PT Liga Indonesia, dari hasil kalkulasi uang sponsorship untuk kompetisi periode 2010/2011 yang mana sudah dibayarkan pihak sponsor utama sebesar 50 persen dari total kewajiban sponsor utama sebesar Rp 40 miliar.

Klaim dana penalti sendiri akan diajukan pihak PT Djarum kepada PT Liga Indonesia, nantinya diambil dari dana sponsorship yang dikeluarkan di termin kedua. Artinya sisa uang yang wajib dibayarkan ke pengelola ISL dalam kompetisi 2010-2011, tinggal tersisa Rp 13 miliar.

Lagi, Satu Pemain Keturunan Dicoret Alfred Riedl

Vincent bersama Klubnya FC Hoofdorp.
JAKARTA - Satu persatu pemain keturunan peserta seleksi pemain sepak bola Timnas U-23 Indonesia dicoret pelatih Alfred Riedl. Pemain tersebut. Vincent Partosubroto, saudara Donovan, yang sama-sama merumput disebuh club di Belanda.

Asisten pelatih Timnas U-23 Indonesia, Wolfgang Pikal, membenarkan kabar pencoretan Vincent oleh Riedl. Namun Wolfgang tak bersedia menjelaskan secara rinci alasan pencoretan Vincent, hanya menyebutkan bila Riedl memilih pemain berdasarkan kualitas.

"Riedl menginginkan pemain kualitas. Seperti posisi kiper dan pemain bek, kami memerlukan seorang pemain yang memiliki postur tinggi," kata Wolfgang. "Sementara untuk pemain sayap, kami membutuhkan seorang pemain yang memiliki kecepatan dan mampu berhadapan satu lawan satu," timpalnya.

Menarik lurus dari pernyataan Wolfgang, besar kemungkinan dicoretnya Vincent karena tidak memenuhi standar kualitas yang diinginkan Riedl. Sebelumnya Riedl memanggil Vincent untuk pemain di lini depan.

Sebelumnya Riedl juga sudah memanggil tiga pemain keturunan untuk mengikuti seleksi gelombang pertama. Namun sayang dengan alasan belum cukup umur, James Zaidan Saragih, Andrea Bitar, dan Arthur Irawan yang dipanggil Riedl malah digugurkan dalam seleksi.

Kabarnya Riedl sebenarnya mengincar Donovan, saudara kembar Vincent. Namun gagal didatangkan karena tak mendapatkan izin dari klubnya di Negeri Kincir Angin. "Kami akan tetap berusaha mendapatkan izin bisa ikut seleksi. Sekarang klubnya masih belum mengizinkan untuk ke Indonesia," kata Priyo Partosoebroto, orang tua Donovan.

Orang tua Donovan juga mengakui bila saat ini aktivitas anaknya diclubnya sangat padat. Namun dibalik kesibukan itu, Priyo berjanji kemungkinan bulan depan anaknya Donovan bisa datang ke Indonesia.

Aceh United Incar Mantan Striker timnas Australia, Mark Viduka

| Diposting : Sabtu, 15 Januari 2011 | Pukul : 02.18.00 |

BANDAACEH - Club peserta kompetisi sepak bola Liga Primer Indonesia Aceh United terus melakukan pembenahan, terutama dalam segi rekrutmen pemain. Sambil menunggu bergabungnya Pierre Njanka, Aceh United juga serius mengincar mantan striker timnas Australia, Mark Viduka.

"Untuk mempertajam lini depan, Aceh United sedang membidik Mark Viduka. Ini juga untuk membuat LPI lebih menarik dibanding ISL," sahut CEO LPI untuk Aceh United, Ari Wibowo, Rabu (12/1).

Seperti diketahui, sekarang ini Viduka berstatus tanpa klub. Terakhir mantan pemain nasional Indonesia itu merumput bersama Newcastle United sejak 2007 hingga 2009. Striker usia 35 tahun itu sempat menjadi andalan lini depan The Soceroos, selain memperkuat beberapa klub Liga Primer Inggris seperti Leeds United, Middlesbrough dan Celtic di Liga Skotlandia.

Sejauh ini, upaya mengejar pemilik 43 caps dan sumbangan 11 gol untuk Australia itu sudah mulai dilakukan kubu Aceh United. Kepastian mau atau tidaknya Viduka bermain di LPI akan diketahui pada Sabtu (15/1) akhir pekan ini.

"Lionel (Charbonnier, pelatih Aceh United) punya link di Australia hingga dialah yang mencoba melakukan kontak dengan agen Viduka. Viduka sudah tahu kalau Aceh United menincar dia. Kepastian mau atau tidaknya dia akan didapat Sabtu akhir pekan ini," pungkas Ari.

Syamsir Alam Mundur, Stevie Bonsapia Datang

| Diposting : Sabtu, 08 Januari 2011 | Pukul : 20.34.00 |

JAKARTA - Badan Tim Nasional Indonesia memasukan nama Stevie Bonsapia, menjadi salah satu skuad timnas U-23. Masuknya pemain sayap asal Persipura Jayapura itu untuk menggantikan Syamsir Alam yang terpaksa mundur karena cedera betisnya.

“Stevie sudah kami panggil sejak kemarin (Jumat. 7/1). Tapi baru datang hari ini karena tiketnya baru dapat dari Manokwari,” kata asisten pelatih Wolfgang Pikal, seperti dilaporkan inilah.com, Sabtu (8/1/2011). “Kami juga sudah tahu Syamsir harus pulang ke Uruguay," timpalnya.

Penyerang muda berbakat Syamsir Alam resmi mundur dari seleksi tim sepakbola nasional (Timas) U-23 setelah cedera betisnya dirasa cukup parah. Sang kapten tim SAD Indonesia, program U-19 PSSI itu bertolak kembali ke Uruguay.

Seperti diketahui, Syamsir mengalami cedera betis saat menjalani seleksi pagi di hari pertama, Jumat (7/1). Meski sempat tampil di seleksi sore, Syamsir akhirnya memutuskan angkat koper setelah cederanya dirasa semakin parah jelang seleksi pagi hari kedua, Sabtu (8/1).

Pelatih Timnas Indonesia Alfred Riedl mengizinkan sang pemain untuk tidak mengikuti sesi hari Sabtu. Penggantinya, Badan Tim Nasional Indonesia memasukan Stevie Bonsapia, pemain sayap asal Persipura Jayapura.

Syamsir sendiri rencananya akan kembali, Minggu pagi (9/1), untuk bergabung dengan klubnya, Penarol di Uruguay.

Menpora Izinkan Pemain LPI Masuk Timnas

JAKARTA - Angin segar dihembuskan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Malarangeng. Andi membantah pemain Liga Primer Indonesia (LPI) tidak diperbolehkan masuk menjadi pemain Tim Nasional (Timnas), seperti yang selama ini digembor-gemborkan pengurus PSSI.

Andi memastikan pemain LPI bisa menjadi skuad Tim Garuda lewat program Indonesia Emas milik pemerintah. "LPI adalah alternatif, karena mereka tidak menggunakan APBN, APBD, atau dari PSSI. Ini merupakan angin segar. Jadi silahkan berjalan," kata Andi Malaranggeng, seperti dilaporkan mediaindonesia.com, Sabtu (8/1).

Menurut Andi, bila pembicaraan sudah menyangkut timnas, sama dengan yang dibicarakan adalah pembelaan negara. Sehingga setiap warga negaranya juga berhak untuk membela negaranya.

"Soal timnas itu adalah soal merah putih. Yang bisa membela merah putih itu putra-putri bangsa, yang terbaik di cabang olahraganya. Jadi tidak boleh ada diskriminasi dalam membela merah putih," tegas Andi.

Karena itu, bila nanti PSSI tidak ingin mengajukan nama-nama pemain dari LPI, maka Andi memastikan semuanya bisa dibantu lewat program Indonesia Emas milik pemerintah. Memang dalam program itu, disebutkan yang berhak mengajukan calon adalah induk cabang olahranganya. Namun, tak menutup kemungkinan atlet dipanggil langsung atau mendaftar.

"Di dalam situasi tertentu, bisa dilakukan secara tersendiri. Bisa mendaftar langsung atau dipanggil lewat atlet prima. Kalau lolos tes, dia bisa langsung menjadi atlet timnas untuk cabang olahraga apapun," imbuhnya.

Andi berharap bibit-bibit pesepakbola akan terus berkembang dengan adanya LPI, sehingga semakin banyak yang bermain dan semakin berkembang pula atlet Indonesia yang bisa menjadi andalan membela Timnas.

Persema Pecundangi Solo FC 5-1

SOLO - Gelar pertandingan sepek bola antar Club Liga Primer Indonesia (LPI) resmi dibuka, Sabtu (8/1/2011). Dalam laga pembuka, Persema Malang tampil menggila. Solo FC sebagai lawan tanding dipecundangi hingga menelan kekalahan dengan skor akhir 5-1.

Irfan Bachdim, yang sebelumnya terancam dicoret dari timnas karena tergabung dalam club peserta LPI menyubang dua gol buat Persema Malang. Gol lainnya club yang pertama kali memperkenalkan Irfan ke publik sepak bola tanah air itu, masing-masing dilesakan satu gol oleh Teguh, Amri dan Gaspar.

Secara keseluruhan, pertandingan dikuasai pemain Persema Malang. Tampilan afik Irfan termasuk turut memotivasi percaya diri pemain. Satu-satunya sort gol ke arah gawang yang berhasil menjebol jala Sukasto hanya tendangan keras Yuned.

Namun gol lebih disebebakan Sukato sebelumnya melakukan blunder. Selain itu, kondisi cuaca kurang bersahabat, atau sempat turun hujan, sehingga menyebabkan bola jadi licin. Kedudukan akhir skor 5-1 untuk kemenangan Persema Malang.

Pertandingan pembuka digelar di Stadion Manahan Solo. Stadion itu juga menjadi tonggak sejarah bergulirnya LPI, setelah pembukaan dilangsungkan di situ. Laga sendiri cukup mendapat perhatian masyarakat setempat. Ini dapat dilihat dari banyaknya penonoton yang melihat pembukaan segaligus laga pembuka antara Persema Malang lawan Solo FC.

Sepak Bola Indonesia Perlu Perubahan Signifikan

| Diposting : Rabu, 05 Januari 2011 | Pukul : 02.49.00 |

Jakarta - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia harus melakukan perubahan yang signifikan agar bisa mencapai prestasi. Caranya, dengan menjalankan reformasi dan restrukturisasi.

Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga, Djoko Pekik Irianto, mengatakan untuk mencapai prestasi sepak bola nasional maka PSSI mesti melakukan perubahan yang mendasar. "Laksanakan hasil Kongres PSSI di Malang, harus menjalankan reformasi di tubuh PSSI," kata Djoko, seperti dilaporkan Tempo, Senin (3/1) malam.

Poin pertama dari tujuh butir hasil Kongres PSSI tahun lalu menyebutkan bahwa PSSI perlu segera melakukan reformasi dan restrukturisasi atas dasar usul, saran, dan kritik serta harapan masyarakat, dan mengambil langkah-langkah konkrit sesuai aturan yang berlaku untuk mencapai prestasi yang diharapkan masyarakat. "Tuntutan yang ada di masyarakat saat ini perlu diakomodasi PSSI," kata Djoko.

Saat ini, menurut Djoko, waktu yang paling tepat untuk mewujudkan harapan publik. Antusiasme masyarakat terhadap tim nasional Indonesia terlihat sangat besar ketika tim Garuda berlaga di Piala AFF 2010 yang baru lalu. "Itu momentum yang harus dimanfaatkan untuk kebangkitan prestasi sepak bola," ujarnya.

Terkait besarnya desakan masyarakat agar Ketua Umum PSSI Nurdin Halid mundur karena dianggap gagal membawa prestasi PSSI, Djoko mengembalikan masalah tersebut kepada mekanisme yang ada. "Melalui mekanisme organisasi bagaimana," kata dia.

Menurut Djoko, untuk memajukan prestasi sepak bola nasional tak mesti ketua umumnya harus mundur dan diganti dengan yang baru. Yang jelas, dia menegaskan, PSSI saat ini harus melaksanakan reformasi," ujarnya.

Djoko menambahkan keberhasilan sepak bola Indonesia sangat tergantung pada kapasitas dan kredibilitas manajemennya.

Irfan dan Kim Tetap Perkuat Persema

MALANG - Irfan Bachdim dan Kim Jeffrey Kurniawan memutuskan akan memperkuat Persema Malang. Dua pemain naturalisasi ini akan membela Persema yang telah memutuskan untuk bermain di Liga Primer Indonesia (LPI) yang dimotori pengusaha dan politisi eks PDI Perjuangan, Arifin Panigoro.

Kepastian soal itu diutarakan dalam konperensi pers di Balai Kota Malang, Selasa, 4 Januari 2011. Hadir dan turut berbicara di hadapan wartawan adalah Peni Suparto, Ketua Umum Persema yang juga merupakan Walikota dan Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang. Peni mengaku senang mendengar keputusan dua pemain muda itu untuk bergabung dengan Persema.

Pelatih Persema Timo Scheuneman juga mendukung keputusan itu. "Yang penting kan jangan sampai lupa darah dan akarnya," katanya dikutif dari vivanews.com.

Manajer Persema Malang Asmuri mengimbau PSSI agar tak menolak Irfan Bachdim masuk dalam Tim Nasional karena ia punya kemampuan di atas rata-rata pemain Indonesia. "Kita contoh negara-negara maju yang tidak pilih kasih terhadap penyelenggaraan sepakbola," ujarnya.

Terkait kontrak Bachdim, Asmuri memastikan bahwa Bachdim dan Kim Jeffrey akan tetap memperkuat Persema. "Mereka kita pastikan akan memperkuat Persema, dan Senin sore ini akan ada keterangan pers dari mereka berdua," kata Asmuri.

Ketika ditanya kebenaran kabar bahwa nilai kontrak Irfan dan Kim masing-masing mencapai Rp1 miliar setahun, Asmuri menyatakan, "Iya terserahlah mereka ngomong berapa nilai kontrak Bachdim dan Kim, namun kita pastikan mereka akan memperkuat Persema."

Sebelumnya, PSSI mengultimatum akan menjatuhkan sanksi bagi setiap pemain yang memilih berlaga di LPI. Salah satunya, adalah dicoret dari daftar pemain Timnas.

Menanggapi masuknya Irfan Bachdim dan Kim Jeffry Kurniawan ke Persema, Direktur Teknik PSSI, Sutan Harharah, menilai jika Irfan Bachdim dicoret dari seleksi tim nasional Indonesia bukanlah suatu kehilangan yang besar.

Sutan menilai peristiwa ini bukanlah suatu yang harus dikhawatirkan, pasalnya mantan pelatih PSMS Medan ini menegaskan teknik Irfan tidak terlalu istimewa.

"Kalau hal itu terjadi (Irfan tak bisa membela Timnas), saya pikir Timnas tidak ada masalah. Secara selebritas, Irfan memang menjual, tapi dari sisi teknik dia tidak lebih baik dari pemain Indonesia lainnya," ujar Sutan.

Akhirnya Irfan Bachdim Dipanggil PSSI

JAKARTA - Akhirnya PSSI memanggil juga pemain berbakat Indonesia, Irfan Bachdim. Pemanggilan terkait keikut serta Irfan dalam skuad Timnas Indoensia pasca keputusan bekas pemain Ajax Jonior itu tetap membela Arema pada Liga Primer Indonesia (LPI).

Banyak kalangan menuding pemanggilan hanya akal-akal PSSI agar Irfan tak bisa membela Arema dalam laga LPI. Tapi Badan Tim Nasional PSSI membantah bahwa pemanggilan Irfan Bachdim dalam seleksi tim nasional merupakan langkah akal-akalan agar pemain tersebut tidak bermain di Liga Primer Indonesia.

Selasa (4/12/2011) sore tadi, Badan Tim Nasional Indonesia (BTN) memanggil 84 nama pemain untuk mengikuti seleksi timnas untuk membentuk tim yang dipersiapkan menghadapi Pra-Olimpiade 2012 dan SEA Games 2011.

Seleksi rencananya dilakukan dalam tiga gelombang, yakni pada 6, 10, dan 14 Januari 2011. Irfan dan Kim Jeffrey Kurniawan, yang memutuskan tetap membela Persema Malang di laga LPI, mengikuti seleksi pertama yang terdiri dari 33 pemain pada Kamis (6/1/2011) di Jakarta.

Selain kedua pemain itu, sejumlah pemain klub LPI juga ikut dalam seleksi. Di antaranya adalah Lucky Wahyu dan Andik Firmansyah dari Persebaya Surabaya, Novan Setyo Songko (Persibo Bojonegoro), serta Fandy Edy, Dajusman Trisadi dan Rachmat (PSM Makassar).

Mereka semua mengikuti seleksi pertama sehingga terancam tidak bisa membela klub karena LPI akan bergulir pada Sabtu (8/1/2011). Seleksi tersebut direncanakan mulai bergulir pada 7 hingga 9 Januari.

"Mereka dipanggil karena LPI belum bergulir. Kompetisi itu juga belum teralisisasi," kata Deputi Teknis BTN, Iman Arif, saat dihubungi sejumlah wartawan, Selasa (4/1/2011).

Iman membantah jika dikatakan keputusan itu merupakan akal-akalan PSSI agar pemain tersebut tidak tampil di LPI. "Tidak. Itu sesuai program timnas selama ini. Saya berharap mereka bisa datang seleksi. Kalau mereka enggak datang, pasti akan dicoret. Nantinya, pemain yang lolos seleksi akan mengikuti pelatnas jangka panjang sehingga tidak diperkenankan membela klubnya. Gaji mereka ditanggung BTN," jelas Iman.

Pilihan Pemain Terbaik Jatuh pada Firman Utina

| Diposting : Kamis, 30 Desember 2010 | Pukul : 05.14.00 |

Suarapublic.Com - Kegagalan Timnas Indonesia menjadi juara dalam laga final AFF lawan tim Malaysia, terhibur oleh raihan prestasi salah punggawa merah putih.

Kapten tim Garuda Firman Utina berhasil menyita perhatian tim juri dari AFF hingga mendaulatnya menjadi pemain terbaik dalam ajang bergengsi level Asia Tenggara tahun ini.

Kerjasama pemaian dilapangan hingga mampu membawa tim Indonesia melangkah ke final dianggap berkat koordinir bagus seorang Firman. Dia juga dianggap mampu menjadi inspirator Indonesia hingga mampu menyelesaikan babak penyisihan sampai semifinal dengan nilai sempurnah tak pernah kalah.

Pemain kelahiran Manado, Sulawesi Utara itu juga turut menyumbang dua gol yang salah satunya dihasilkan dari eksekusi penalti.

Dinobatkannya Firman sebagai pemain terbaik sedikit menjadi penghibur duka pemain akibat kegagalan itu. Terutama bagi Firman sendiri yang mengaku sangat berkesan sekali atas raihan itu.

Bagi Firman, cukup bisa mengobati kesedihan hatinya setelah gagal mengeksekusi penalti pada leg kedua final AFF hari ini, Rabu. Sedangkan bola emas untuk top skorer kejuaraan diberikan kepada striker Malaysia Mohammad Safee Sali, atas lima gol yang berhasil dilesakannya ke dalam gawang lawan selama turnamen itu.

Tim Garuda Kalah, Suporter Indonesia Bubar Tertib

SUARAPUBLIC.COM - Suporter Indonesia membubarkan diri dengan tertib.
Ini boleh dibilang sebuah daya magis timnas yang belakangan mampu merubah watak dan prilaku rakyat terutama para penggila bola atau suporter.

Meski didekap kekalahan agregat, suporter Timnas Indonesia bersikap sangat dewasa dengan tetap berlapang dada dam pulang tanpa sedikitpun ada kericuhan atau aksi anarkis.

Memang terjadi sedikit aksi lempar-lempar botol antar sesama suporter, tetapi rekan-rekan mereka segera menenangkan. Pendukung Timnas Indonesia yang mengenakan seragam merah pun kembali damai.

Para suporter Timnas ini umumnya banyak yang duduk-duduk dahulu di sepanjang ruas jalan di sekitar Senayan. Mereka saling menyapa dan meneriakan yel Indonesia. "Sambil nunggu macet mas. Isi perut dulu," kata Deni seorang pegawai bank di kawasan Sudirman sebelum makan di restoran cepat saji di sekitar Senayan.

Aksi damai suporter Indonesia ini tentu membanggakan. Selain damai dengan sesama suporter mereka juga tetap mengelu-elukan pemain Timnas yang sudah berjuang di lapangan hijau.

"Buat apa rusuh, buat apa rusuh, rusuh itu tak ada gunanya..." nyayi para soporter Indonesia di GBK Senayan, Jakarta, Rabu (29/12/2010) malam sambil melangkah meninggalkan stadion.

Riedl Tak Bisa Disebut Gagal

Pelatih Tim Garuda, Alfred Riedl
SUARAPUBLIC.COM - Kekalahan sebuah tim sepak bola, selalu dikaitkan dengan kesalahan pelatih, sama halnya terhadap kegagalan tim Garuda atas Malaysia dalam laga final piala AFF 2010 ini. Kekalahan pun memunculkan pertanyaan akankah Alfred Riedl tetap dipercaya membesut Irfan Bachdim dkk.

Pelatih asal Austria itu sebenarnya masih terikat kontrak dengan PSSI hingga 16 bulan ke depan. Namun pasca kegagalan timnas, muncul pernyataan-pernyataan jika penyebab utamanya adalah pelatih.

Bila melihat fakta pertandingan sejak penyisihan, jujur Riedl tidak bisa dianggap gagal. Riedl mampu membangkitkan tim Garuda hingga mencapai partai pamungkas dengan poin sempurna setelah berhasil mereguk lima kemenangan beruntun.

Riedl belum bisa memberi jaminan posisinya di timnas Indonesia. "Semua tergantung bos—Nurdin Halid (Ketua Umum PSSI). Yang pasti, kebijakan penuh ada di tangan pelatih. Di sepakbola tidak ada yang tak mungkin," komentar Riedl sesaat usai pertandingan, Rabu (29/12) malam.

Sudah empat kali Indonesia gagal meraih juara dalam laga final piala AFF. Kali ini tim asuhan Alfred Riedl dikandaskan oleh tim Malaysia. Kemenangan 2-1 pada leg kedua dikandang sendiri, membuat Malaysia berhasil mematahkan ambisi timnas karena dalam laga leg 1 tim negeri Jiran berhasil unggul telak 3-0 atas Indonesia.

Dukungan ke Timnas Tetap Mengalir

| Diposting : Senin, 27 Desember 2010 | Pukul : 09.10.00 |

SUARAPUBLIC.COM - Tim nasional (timnas) Indonesia tetap mendapat dukungan dan simpati dari rakyat Indonesia meski dikalahkan oleh Malaysia pada pertandingan pertama final Piala AFF dengan skor 0-3. Dukungan mengalir dari berbagai kalangan, termasuk melalui jejaring sosial seperti facebook dan twitter.

Pacar striker Timnas Irfan Bachdim yaitu Jennifer Jasmin Kurniawan dalam twitternya (@JenniferBachdim) mengatakan "Indonesia kalah, `but I still support Timnas, and we can do it on Wednesday! be gonna beat them 5-0 !!!`" (Indonesia kalah, tapi saya masih mendukung Timnas dan hari Rabu nanti kita pasti bisa, kita akan kalahkan mereka 5-0).

Sedangkan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum yang juga penggemar sepak bola dalam twitternya (@anasurbaningrum) mengatakan "Luar biasa. Hidup timnas". Anas juga menulis "Kalau menang kita sanjung. Ketika kalah kita hibur dan motivasi. Kita musti belajar menerima kekalahan sebagaimana kita sambut kemenangan. Bisa!"

Sementara pengamat ekonomi Faisal Basri (@faisalbasri) berujar "Kurang kerjaan kalau cari-cari kesalahan. Kalahkan lagi 5-1 di Jakarta. Pulang dengan tegar, siapkan dengan lebih baik untuk 29 Desember nanti. I love you.".

Cendekiawan Muslim Komaruddin Hidayat (@komar_hidayat) mengatakan "Mari kita terima dengan lapang, tak usah obral keluhan dan caci maki. Permainan berlangsung transparan, boleh kritik, jangan sedih berlama-lama.".

Motivator pengarang buku Quantum Ikhlas, Erbe Sentanu (@erbesentanu) berkata "Permainan dinikmati.. Pelajaran diterima.. Perjuangan dihargai.. Tetap sebuah malam yg Indah.. Terima kasih timnas Indonesia".

Dukungan musisi


Dukungan kepada Timnas juga mengalir dari para musisi Indonesia dalam twitternya seperti dari Katon Bagaskara (@katonbagaskara) yang menulis "Kalah akui kalah, namun tetap semangat dan berjuang untuk nanti menang..Karena kalah atau menang, aku tetap orang Indonesia !!" dan "KITA Balas DI GBK!!! SEMANGAT TIMNAS!!!! sampai kapanpun IN-DO-NE-SIA!!!!".

Dalam twiternya, Indra Lesmana juga menyarankan dengan berkata "Mohon kepada pemerintah Indonesia untuk memberi ruang konsentrasi kepada Timnas sebelum pertandingan tanggal 29, jangan ada acara macam-macam". Vokalis Band Gigi, Armand Maulana, penyanyi rap kawakan Iwa K, penyanyi Glenn Fredly juga turut memberikan dukungannya kepada timnas Indonesia. sumber:tvone.co.id

Irfan Bachdim Tetap Positive Thinking

SUARAPUBLIC.COM – Pagi ini, seluruh penukung Tim Nasional Indonesia bangun dan teringat kekalahan atas Malaysia tadi malam (26/12/2010). Striker Irfan Bachdim menghimbau agar segera melupakannya.

Atmosfer Stadion Bukit Jalil cukup membuat mental para pemain arahan Alfred Riedl runtuh. Terlepas dari laser para suporter tuan rumah, Firman Utina cs bermain di bawah form terbaiknya, apalagi setelah pertandingan sempat dihentikan.

Jelas, tadi malam merupakan kekalahan menyakitkan. Namun, Bachdim mengajak pendukung Merah Putih tetap berpikir positif.

“Mari lupakan kemarin dan berbuat hal benar di Jakarta,” kata Bachdim dalam Twitter-nya.

Yang dimaksud pemain jebolan akademi Ajax Amsterdam tersebut tentu final leg kedua yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Rabu (29/12/2010) mendatang. SUMBER:inilah.com

Label favorit sudah lepas dari Indonesia

SUARAPUBLIC.COM - Kekalahan menyakitkan Tim Indonesia di leg pertama final Piala AFF 2010 karena buruknya pertahanan tim. Kesalahan individu salah satu pemain menjadi malapetaka. Demikian ditegaskan pelatih timnas Indonesia, Alfred Riedl, usai pertandingan di Stadion Bukit Jalil, Minggu (26/12).

Riedl juga menegaskan kemenangan Malaysia atas Indonesia bukan karena gangguan laser. "Ini bukan soal laser, tetapi kesalahan individual dari satu pemain. Saya tidak tahu apa yang terjadi dengan pemain setelah gol pertama, tetapi itu titik baliknya. Saya akan mendiskusikan itu dengan pemain besok," tambahnya.

Memang ada kelakuan kurang sportif dari segelintir suporter Malaysia yang menyorotkan sinar laser ke arah pemain Indonesia. Pertandingan bahkan sempat dihentikan menyusul protes Markus Haris Maulana yang terganggu sinar laser. "Setelah permainan dihentikan dan dimulai lagi, kami juga bermain bagus. Namun, setelah gol pertama, keadaan berbalik melawan kami. Malaysia semakin percaya diri dan pertahanan kami kacau," ujarnya.

Terkait peluang di leg 2, Riedl sadar sangatlah berat. Namun bukan berarti tak ada. "Tentu saja sangat sulit untuk menang 4-0, tapi saya pikir untuk menang 3-0 di babak normal masih mungkin," ujar pelatih asal Austria ini.

"Tentu saja kami akan berusaha untuk tampil lebih agresif dan lebih berani mengambil resiko di babak kedua. Peluang saya pikir antara 5-10 persen," lanjut Riedl.

Riedl kemudian menegaskan label favorit sudah lepas dari Indonesia. "Kami awalnya difavoritkan sebagai juara, namun setelah kekalahan 0-3 ini kami sekarang menjadi orang luar," kilah Riedl. SUMBER:tvone.co.id

Tetap Sportif Walau Timnas Dicurangi

SUARAPUBLIC.COM - Banyak orang geram terhadap kekalahan Timnas Indonesia yang diakibatkan oleh gangguan laser saat melawan Timnas Malaysia di Stadion Bukit Jalil, Minggu (26/12/2010) malam.

Meski begitu, kepada para suporter Timnas Indonesia, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengingatkan untuk tidak mengikuti perilaku para supporter Malaysia di pertandingan itu.

"Marilah kita menjadi bangsa yang sportif dalam berolahraga, tetap dengan semangat persaudaraan tetapi kita gigih berjuang," ujar Presiden SBY usai acara nonton bareng laga Indonesia vs Malaysia, di Puri Cikeas Indah, Bogor, Minggu (26/12) malam.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, itu, Firman Utina dan kawan-kawan sempat mendapat gangguan dari penonton tuan rumah. Sinar laser sering ditembakkan ke mata kiper Markus Haris Maulana. Akibatnya, Markus protes dan pertandingan sempat terhenti beberapa saat.

Ketika peristiwa itu terjadi, Presiden meninggalkan tempat duduknya dan melakukan kontak dengan Menpora Andi A Mallarangeng yang menonton langsung di Stadion Bukit Jalil. Acara nonton bareng di Cikeas ini sendiri dipenuhi wajah-wajah kecewa. Ada juga yang geregetan dengan penampilan timnas Indonesia yang tidak pada performance mereka selama ini.

Kegiatan nonton bareng malam ini, di kediaman pribadi SBY digelar di dua lokasi sekaligus. Pertama di pendopo dan lapangan kecil tak jauh dari rumah SBY. Dalam kesempatan itu SBY tampak mengenakan jersey merah timnas dengan nomor punggung 9 milik Christian Gonzales.

Diakhir pertandingan, saat terbukti Timnas Indonesia menderitakekalahan 0-3 dari Malaysia, Presiden SBY dan Ibu Ani tetap mencoba senyum. "Tak perlu kecil hati, masih ada hari esok," ujar SBY sambil menghibur beberapa tamu undangan acara nonton bareng. SUMBER:inilah.com

Menpora: Konsentrasi Timnas Rusak Oleh Sinar Laser

SUARAPUBLIC.COM - Menteri Pemuda dan Olah Raga Andi Mallarangeng kecewa dengan ulah penonton Malaysia yang menembakkan sinar laser ke wajah pemain timnas. Gara-gara sinar laser tersebut, Tim Garuda kehilangan konsentrasi dan harus menelan kekalahan 3-0 dari Malaysia.

"Pemain kita telah berjuang maksimal. Sayang pada babak kedua konsentrasi rusak karena terganggu oleh sinar laser yang ditembakkan ke wajah pemain-pemain kita, terutama dalam saat-saat kritis," kata Andi saat dihubungi, Minggu (26/12/2010).

"Kita sudah memprotes keras tentang hal itu," lanjut Andi.

Andi mengaku telah melaporkan hasil yang dicapai Cristian Gonzales dkk di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Presiden menyampaikan salam kepada para pemain dan meminta untuk tidak saling menyalahkan.

"Presiden juga meminta untuk tidak saling menyalahkan, tapi justru melakukan konsolidasi intensif menghadapi pertandingan leg 2," ungkap mantan Juru Bicara Kepresidenan ini.

Andi mengatakan, Presiden juga berpesan agar timnas secara sportif mengakui kekalahan lawan serta tidak patah semangat. Masih ada harapan kesebelasan Indonesia dapat mengalahkan Malaysia seperti pada pertandingan sebelumnya di Gelora Bung Karno (GBK).

"Kepada pelatih dan pemain, official agar mempersiapkan diri dengan baik. Konsentrasi penuh untuk pertandingan berikutnya dan jangan terganggu dengan berbagai hal lain," ujar Andi.

Kepada bola mania di tanah air, Presiden juga berpesan agar terus mendukung timnas pada leg kedua Final Piala AFF di GBK 29 Desember mendatang. Presiden berharap para suporter timnas tidak berperilaku seperti pendukung Malaysia.

"Bagi pendukung Timnas yang datang menonton di stadion, mari kita mendukung Timnas kita secara sportif. Kita ingin menang secara ksatria. Jangan ada yang mengganggu jalannya pertandingan dengan laser, petasan, ataupun tindakan-tidakan yang tidak terpuji," tutup Andi. sumber: detiknews.com

Ketua MK Juga Dukung Timnas di Bukit Jalil

| Diposting : Minggu, 26 Desember 2010 | Pukul : 03.52.00 |

SUARAPUBLIC.COM  - Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengaku bangga atas keberhasilan tim nasional Indonesia yang mencapai final Piala AFF 2010. Dia pun mendukung langsung ke Malaysia.

"Tim nasional Indonesia saat ini menjadi kebanggaan semua lapisan termasuk para pejabat negara. Saya juga bangga pada timnas kita," kata Mahfud setiba di Kuala Lumpur Internasional Airport, Malaysia, Sabtu (25/12/2012).

Dia berharap kehadirannya di stadion Bukit Jalil, Malaysia pada Minggu malam (26/12/2010) nanti bisa membawa kegembiraan timnas sehingga mereka bermain bagus untuk kemudian memenangi pertandingan tersebut.

"Saya optimis pulang ke tanah air membawa kegembiraan dengan hasil kemenangan buat Indonesia," ungkapnya.

Soal skor, ia memperkirakan Indonesia menang dengan perbedaan dua angka, bisa 2-0, 3-1 atau 4-2.

"Ya harapannya kita menang karena sudah selayaknya timnas Indonesia menjadi juara," kata Mahfud.

Ketua DPR RI Marzuki Alie menyampaikan ucapan senada yang pada pagi hari tadi sudah tiba di Kuala Lumpur, Malaysia.

"Kita harus optimistis timnas menang. Skornya 2:0 buat Indonesia," katanya.

Mengenai pemain yang nantinya diharapkan bisa mencetak gol, dia menunjuk Cristian Gonzales dan Oktovianus Maniani karena kedua pemain tersebut tampil bagus pada setiap laga yang dimainkannya.

"Gonzales maupun Okto rajin mencari posisi sehingga pergerakannya selalu menyulitkan tim lawan. Dua orang ini juga punya kelebihan sebagai pencetak gol," katanya. SUMBER:inilah.com

Muara Teweh

Index »

Music

Index »

advertisement

 
Hak Cipta© 2009-2016. Mardedi H Andalus | Semua hak dilindungi undang-undang.
Link: Facebook.com | Support: Creating Website | Blogger