google.com, pub-5013500952012613, DIRECT, f08c47fec0942fa0
☆BreakingNews >

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label timnas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label timnas. Tampilkan semua postingan

Syamsir Alam Mundur, Stevie Bonsapia Datang

| Diposting : Sabtu, 08 Januari 2011 | Pukul : 20.34.00 |

JAKARTA - Badan Tim Nasional Indonesia memasukan nama Stevie Bonsapia, menjadi salah satu skuad timnas U-23. Masuknya pemain sayap asal Persipura Jayapura itu untuk menggantikan Syamsir Alam yang terpaksa mundur karena cedera betisnya.

“Stevie sudah kami panggil sejak kemarin (Jumat. 7/1). Tapi baru datang hari ini karena tiketnya baru dapat dari Manokwari,” kata asisten pelatih Wolfgang Pikal, seperti dilaporkan inilah.com, Sabtu (8/1/2011). “Kami juga sudah tahu Syamsir harus pulang ke Uruguay," timpalnya.

Penyerang muda berbakat Syamsir Alam resmi mundur dari seleksi tim sepakbola nasional (Timas) U-23 setelah cedera betisnya dirasa cukup parah. Sang kapten tim SAD Indonesia, program U-19 PSSI itu bertolak kembali ke Uruguay.

Seperti diketahui, Syamsir mengalami cedera betis saat menjalani seleksi pagi di hari pertama, Jumat (7/1). Meski sempat tampil di seleksi sore, Syamsir akhirnya memutuskan angkat koper setelah cederanya dirasa semakin parah jelang seleksi pagi hari kedua, Sabtu (8/1).

Pelatih Timnas Indonesia Alfred Riedl mengizinkan sang pemain untuk tidak mengikuti sesi hari Sabtu. Penggantinya, Badan Tim Nasional Indonesia memasukan Stevie Bonsapia, pemain sayap asal Persipura Jayapura.

Syamsir sendiri rencananya akan kembali, Minggu pagi (9/1), untuk bergabung dengan klubnya, Penarol di Uruguay.

Sepak Bola Indonesia Perlu Perubahan Signifikan

| Diposting : Rabu, 05 Januari 2011 | Pukul : 02.49.00 |

Jakarta - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia harus melakukan perubahan yang signifikan agar bisa mencapai prestasi. Caranya, dengan menjalankan reformasi dan restrukturisasi.

Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga, Djoko Pekik Irianto, mengatakan untuk mencapai prestasi sepak bola nasional maka PSSI mesti melakukan perubahan yang mendasar. "Laksanakan hasil Kongres PSSI di Malang, harus menjalankan reformasi di tubuh PSSI," kata Djoko, seperti dilaporkan Tempo, Senin (3/1) malam.

Poin pertama dari tujuh butir hasil Kongres PSSI tahun lalu menyebutkan bahwa PSSI perlu segera melakukan reformasi dan restrukturisasi atas dasar usul, saran, dan kritik serta harapan masyarakat, dan mengambil langkah-langkah konkrit sesuai aturan yang berlaku untuk mencapai prestasi yang diharapkan masyarakat. "Tuntutan yang ada di masyarakat saat ini perlu diakomodasi PSSI," kata Djoko.

Saat ini, menurut Djoko, waktu yang paling tepat untuk mewujudkan harapan publik. Antusiasme masyarakat terhadap tim nasional Indonesia terlihat sangat besar ketika tim Garuda berlaga di Piala AFF 2010 yang baru lalu. "Itu momentum yang harus dimanfaatkan untuk kebangkitan prestasi sepak bola," ujarnya.

Terkait besarnya desakan masyarakat agar Ketua Umum PSSI Nurdin Halid mundur karena dianggap gagal membawa prestasi PSSI, Djoko mengembalikan masalah tersebut kepada mekanisme yang ada. "Melalui mekanisme organisasi bagaimana," kata dia.

Menurut Djoko, untuk memajukan prestasi sepak bola nasional tak mesti ketua umumnya harus mundur dan diganti dengan yang baru. Yang jelas, dia menegaskan, PSSI saat ini harus melaksanakan reformasi," ujarnya.

Djoko menambahkan keberhasilan sepak bola Indonesia sangat tergantung pada kapasitas dan kredibilitas manajemennya.

Irfan dan Kim Tetap Perkuat Persema

MALANG - Irfan Bachdim dan Kim Jeffrey Kurniawan memutuskan akan memperkuat Persema Malang. Dua pemain naturalisasi ini akan membela Persema yang telah memutuskan untuk bermain di Liga Primer Indonesia (LPI) yang dimotori pengusaha dan politisi eks PDI Perjuangan, Arifin Panigoro.

Kepastian soal itu diutarakan dalam konperensi pers di Balai Kota Malang, Selasa, 4 Januari 2011. Hadir dan turut berbicara di hadapan wartawan adalah Peni Suparto, Ketua Umum Persema yang juga merupakan Walikota dan Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang. Peni mengaku senang mendengar keputusan dua pemain muda itu untuk bergabung dengan Persema.

Pelatih Persema Timo Scheuneman juga mendukung keputusan itu. "Yang penting kan jangan sampai lupa darah dan akarnya," katanya dikutif dari vivanews.com.

Manajer Persema Malang Asmuri mengimbau PSSI agar tak menolak Irfan Bachdim masuk dalam Tim Nasional karena ia punya kemampuan di atas rata-rata pemain Indonesia. "Kita contoh negara-negara maju yang tidak pilih kasih terhadap penyelenggaraan sepakbola," ujarnya.

Terkait kontrak Bachdim, Asmuri memastikan bahwa Bachdim dan Kim Jeffrey akan tetap memperkuat Persema. "Mereka kita pastikan akan memperkuat Persema, dan Senin sore ini akan ada keterangan pers dari mereka berdua," kata Asmuri.

Ketika ditanya kebenaran kabar bahwa nilai kontrak Irfan dan Kim masing-masing mencapai Rp1 miliar setahun, Asmuri menyatakan, "Iya terserahlah mereka ngomong berapa nilai kontrak Bachdim dan Kim, namun kita pastikan mereka akan memperkuat Persema."

Sebelumnya, PSSI mengultimatum akan menjatuhkan sanksi bagi setiap pemain yang memilih berlaga di LPI. Salah satunya, adalah dicoret dari daftar pemain Timnas.

Menanggapi masuknya Irfan Bachdim dan Kim Jeffry Kurniawan ke Persema, Direktur Teknik PSSI, Sutan Harharah, menilai jika Irfan Bachdim dicoret dari seleksi tim nasional Indonesia bukanlah suatu kehilangan yang besar.

Sutan menilai peristiwa ini bukanlah suatu yang harus dikhawatirkan, pasalnya mantan pelatih PSMS Medan ini menegaskan teknik Irfan tidak terlalu istimewa.

"Kalau hal itu terjadi (Irfan tak bisa membela Timnas), saya pikir Timnas tidak ada masalah. Secara selebritas, Irfan memang menjual, tapi dari sisi teknik dia tidak lebih baik dari pemain Indonesia lainnya," ujar Sutan.

Tim Garuda Kalah, Suporter Indonesia Bubar Tertib

| Diposting : Kamis, 30 Desember 2010 | Pukul : 03.28.00 |

SUARAPUBLIC.COM - Suporter Indonesia membubarkan diri dengan tertib.
Ini boleh dibilang sebuah daya magis timnas yang belakangan mampu merubah watak dan prilaku rakyat terutama para penggila bola atau suporter.

Meski didekap kekalahan agregat, suporter Timnas Indonesia bersikap sangat dewasa dengan tetap berlapang dada dam pulang tanpa sedikitpun ada kericuhan atau aksi anarkis.

Memang terjadi sedikit aksi lempar-lempar botol antar sesama suporter, tetapi rekan-rekan mereka segera menenangkan. Pendukung Timnas Indonesia yang mengenakan seragam merah pun kembali damai.

Para suporter Timnas ini umumnya banyak yang duduk-duduk dahulu di sepanjang ruas jalan di sekitar Senayan. Mereka saling menyapa dan meneriakan yel Indonesia. "Sambil nunggu macet mas. Isi perut dulu," kata Deni seorang pegawai bank di kawasan Sudirman sebelum makan di restoran cepat saji di sekitar Senayan.

Aksi damai suporter Indonesia ini tentu membanggakan. Selain damai dengan sesama suporter mereka juga tetap mengelu-elukan pemain Timnas yang sudah berjuang di lapangan hijau.

"Buat apa rusuh, buat apa rusuh, rusuh itu tak ada gunanya..." nyayi para soporter Indonesia di GBK Senayan, Jakarta, Rabu (29/12/2010) malam sambil melangkah meninggalkan stadion.

Menpora: Konsentrasi Timnas Rusak Oleh Sinar Laser

| Diposting : Senin, 27 Desember 2010 | Pukul : 08.05.00 |

SUARAPUBLIC.COM - Menteri Pemuda dan Olah Raga Andi Mallarangeng kecewa dengan ulah penonton Malaysia yang menembakkan sinar laser ke wajah pemain timnas. Gara-gara sinar laser tersebut, Tim Garuda kehilangan konsentrasi dan harus menelan kekalahan 3-0 dari Malaysia.

"Pemain kita telah berjuang maksimal. Sayang pada babak kedua konsentrasi rusak karena terganggu oleh sinar laser yang ditembakkan ke wajah pemain-pemain kita, terutama dalam saat-saat kritis," kata Andi saat dihubungi, Minggu (26/12/2010).

"Kita sudah memprotes keras tentang hal itu," lanjut Andi.

Andi mengaku telah melaporkan hasil yang dicapai Cristian Gonzales dkk di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Presiden menyampaikan salam kepada para pemain dan meminta untuk tidak saling menyalahkan.

"Presiden juga meminta untuk tidak saling menyalahkan, tapi justru melakukan konsolidasi intensif menghadapi pertandingan leg 2," ungkap mantan Juru Bicara Kepresidenan ini.

Andi mengatakan, Presiden juga berpesan agar timnas secara sportif mengakui kekalahan lawan serta tidak patah semangat. Masih ada harapan kesebelasan Indonesia dapat mengalahkan Malaysia seperti pada pertandingan sebelumnya di Gelora Bung Karno (GBK).

"Kepada pelatih dan pemain, official agar mempersiapkan diri dengan baik. Konsentrasi penuh untuk pertandingan berikutnya dan jangan terganggu dengan berbagai hal lain," ujar Andi.

Kepada bola mania di tanah air, Presiden juga berpesan agar terus mendukung timnas pada leg kedua Final Piala AFF di GBK 29 Desember mendatang. Presiden berharap para suporter timnas tidak berperilaku seperti pendukung Malaysia.

"Bagi pendukung Timnas yang datang menonton di stadion, mari kita mendukung Timnas kita secara sportif. Kita ingin menang secara ksatria. Jangan ada yang mengganggu jalannya pertandingan dengan laser, petasan, ataupun tindakan-tidakan yang tidak terpuji," tutup Andi. sumber: detiknews.com

Okto Natal Tanpa Keluarga

| Diposting : Minggu, 26 Desember 2010 | Pukul : 03.33.00 |

SUARAPUBLIC.COM - Pemain sayap kiri tim nasional, Oktovianus Maniani, tidak merayakan Natal bersama keluarganya di Papua. Oktovianus terpaksa merayakan Natal di Negeri Jiran bersama skuad Merah Putih yang akan menghadapi Malaysia pada final Piala AFF 2010. Meski tak bersama istri dan buah hatinya, semangat Natal membuatnya bermainnya lebih tinggi.

Pelatih timnas Alfred Riedl menegaskan tidak ada keistimewaan selama Natal. "Saya juga seorang Kristiani, normalnya, momen paling penting itu malam ini, itu yang terjadi di Eropa dan Amerika. Saya peduli pada perayaan Natal, tapi meski keluarga pemain tidak di sini, saya kira tidak menjadi hal besar. Saya berharap pemain tidak mengganggu," kata Riedl.

Ucapan pelatih diiyakan oleh Okto. Kewajiban lebih besar membela negara membuatnya tak mau larut dalam kesedihan. Okto pun memantapkan hati. Natal tahun ini menjadi momen melepaskan diri dari tekanan pertandingan. Okto menyadari menang di kandang Malaysia bukan hal mudah. Namun pemain nomor 10 ini berharap Natal membawa mukjizat kemenangan tim Merah Putih. SUMBER : LIPUTAN6.COM

Teror Laser Malaysia Ancam Timnas

| Diposting : Rabu, 22 Desember 2010 | Pukul : 22.10.00 |

SUARAPUBLIC.COM - Ancaman teror dari suporter Malaysia dengan menggunakan laser pada laga final leg pertama Piala AFF Suzuki Cup 2010 yang mempertemukan Indonesia melawan Malaysia, ditanggapi serius oleh timnas Indonesia.

Pelatih timnas Alfred Riedl mengatakan, teror laser dari suporter Negeri Jiran merupakan tindakan negatif. surat kabar Tin The Thao memberitakan, muncul sorotan laser berwarna hijau dari fans Malaysia kepada penjaga gawang tim tamu Vietnam, Bui Tan Truong, khususnya sepanjang babak kedua.

Media massa Vietnam mensinyalir gol pertama "Negeri Jiran" yang disarangkan Mohd Safee akibat pandangan kiper yang terganggu sinar laser.

"Saya memang tidak mengetahui tentang kebenaran teror laser itu. Bila pun benar, itu merupakan tindakan buruk. Saya tetap berharap itu tidak terjadi dan bahkan memengaruhi performa tim," terang Riedl seusai latihan timnas di lapangan C, Senayan, Jakarta, Rabu (22/12/2010).

Sejumlah pemain timnas juga memberi penilaian yang sama dengan pelatih asal Austria itu. Menurut kiper andalan Indonesia, Markus, teror laser dari suporter Malaysia tentu akan berpengaruh terhadap timnas.

"Saya berusaha tetap fokus pada pertandingan laga final leg pertama nanti. Semoga tidak berpengaruh terhadap teror sinar laser dari suporter Malaysia," tandas Markus.(*)

Timnas Tidak takut Lawan Malaysia

SUARAPUBLIC.COM – Palang pintu tim nasional Indonesia, Hamka Hamzah, menilai Malaysia merupakan tim yang jauh berkembang saat ini. Namun, ia mengaku tidak gentar dan siap menjaga wilayah pertahanan "Merah Putih" saat bertandang ke Malaysia pada final pertama Piala AFF 2010, Minggu (26/12/2010).

"Kenapa harus takut bertanding lawan Malaysia?" tanya pemain Persipura Jayapura itu kepada wartawan usai latihan tim nasional, Rabu (22/12/2010)

Pertandingan mendatang menjadi laga away pertama kali bagi tim besutan Alfred Riedl. Hamka menilai hal itu bukan sesuatu masalah bagi timnya. "Komposisi pemain sudah jauh berubah. Kami siap menghadapi Malaysia," ujar mantan pemain Persik Kediri itu.

Bukan sesuatu yang baru bagi Hamka bertandang ke Malaysia. Hamka pernah melawan tim Malaysia dalam laga persahabatan enam tahun silam. Saat itu, pasukan "Merah Putih" berhasil menahan imbang tanpa gol tuan rumah.(*)

Malaysia Obral Tiket Final Hanya Rp15 Ribu

SUARAPUBLIC.COM - Menjelang pertandingan final kontra Indonesia pada leg pertama AFF Cup 2010, panitia lokal Malaysia menyiapkan 85 ribu tiket. Untuk menggaet minat warganya, Malaysia menjual obral tiket laga final pertama yang berlangsung di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Minggu (26/12/2010) itu.

Tiket termahal hanya dibanderol seharga 50 ringgit atau setara dengan Rp150 ribu untuk penonton dewasa. Adapun untuk remaja, panitia membanderol harga 30 ringgit atau setara dengan Rp86 ribu. Khusus untuk anak-anak di bawah 12 tahun, mereka hanya perlu menebus tiket dengan 5 ringgit (sekitar Rp15 ribu).

Media Malaysia The Star menuliskan pihak panitia setempat optimistis tiket yang terjual akan lebih banyak daripada jumlah yang terjual saat laga semifinal Malaysia versus Vietnam, Sabtu (18/12/2010). Ketika itu, menurut Ketua panitia lokal Datuk S Sivasundaram, tiket yang terjual mencapai 45.000 lembar.

“Kami meyakini 85 ribu tiket yang tersedia akan terjual habis dibeli para suporter. Khusus untuk suporter lokal, minat nonton langsung di stadion terus bertambah setelah Malaysia masuk semifinal,” kata Datuk saat menggelar konferensi pers di Wisma FAM (Federasi Sepakbola Malaysia) di Kelana Jaya.

Panitia lokal akan mulai menjual tiket pertandingan Kamis (23/12/2010) mulai pukul 10.00 hingga 19.00 waktu setempat.(*)

Masuk Final, Pemain Dapat Rp2,5 M

| Diposting : Senin, 20 Desember 2010 | Pukul : 02.32.00 |

SUARAPUBLIC.COM - Setelah menaklukkan Filipina dan memastikan tiket final Piala AFF 2010, para pemain tim nasional Indonesia bakal menerima rejeki ‘nomplok’, berupa uang cash miliaran Rupiah.

Ini Sesuai janji Ketua Umum PSSI Nurdin Halid, bila lolos ke partai puncak, Firman Utina cs akan langsung menerima Rp2,5 miliar. “Begitu masuk final, dalam bentuk cash langsung mereka terima,” kata Nurdin saat melepas timnas di Hotel Sultan, awal bulan ini.

Skuad arahan Alfred Riedl masih bisa menambah bonus Rp3 miliar kalau mereka sanggup menggondol trofi turnamen yang dulu bernama Piala Tiger ini. “Jadi, ada total bonus Rp5,5 miliar untuk para pemain,” sebut Nurdin.

Gol tunggal striker Christian Gonzales memastikan Tim Merah Putih lawan Malaysia di final pada 26 Desember mendatang. Sedangkan leg kedua akan digelar di Jakarta, 29 Desember 2011.(*)


Gonzales Bawa Indonesia ke Final

SUARAPUBLIC.COM - Tim nasional (timnas) Indonesia melaju ke final Piala AFF setelah membungkam Filipina 1-0 (agregat 2-0) pada leg kedua semifinal di Gelora Bung Karno, Minggu (19/12/2010). Semua gol Indonesia pada babak semifinal dicetak oleh penyerang Christian “El Loco” Gonzales.

Gol Gonzales dalam leg kedua ini terjadi pada menit ke-43. Gol bermula dari pergerakan bola yang dilakukan Gonzales di luar kotak penalti. Ia menyudahi pergerakan itu dengan sebuah tembakan spekulasi, yang kemudian diblok pemain lawan.

Bola kemudian berada dalam penguasaannya lagi. Ia pun kembali menembakkan bola yang di luar dugaan bersarang di sudut kanan atas gawang Filipina.

Indonesia sebetulnya bisa menutup pertandingan dengan skor lebih dari 1-0 seandainya mampu memaksimalkan sejumlah peluang emas, seperti yang didapat Gonzales pada menit ke-19 dan ke-21.

Meski begitu, performa Indonesia secara umum pantas mendapat acungan jempol. Selama 90 menit, timnas bermain dengan tempo dan agresivitas tinggi, dengan tetap menjaga disiplin dan fokus dalam bertahan.

Setidaknya hal itu terlihat dari sulitnya pemain Filipina berpenetrasi menembus kotak penalti Indonesia. Sekitar 20 menit menjelang akhir laga, Filipina memperbaiki kemampuan penetrasi mereka. Namun, usaha ini tak diimbangi penyelesaian akhir yang baik.(*)


Riedl Persiapkan Algojo Penalti

| Diposting : Minggu, 19 Desember 2010 | Pukul : 04.49.00 |

Bambang P satu Algojo finalti timnas Indonesia
SUARAPUBLIC.COM - Seakan menjawab strategi bakal diterapkan pelatih Filipina [Filipina Incar Finalti], pelatih timnas Indonesia, Alfred Riedl, telah mempersiapkan beberapa eksekutor untuk menghadapi kemungkinan adu penalti dalam semifinal kedua Piala AFF 2010 melawan Filipina pada, Minggu (19/12/2010).

Riedl mengaku telah mengantongi nama-nama pemain yang akan menjadi algojo penalti pada pertandingan nanti. Posisi pasukan

"Merah Putih" untuk lolos ke final, belum aman setelah Firman Utina dkk hanya mampu meraih kemenangan 1-0 pada semifinal pertama. Bukan tidak mungkin, pemenang pertandingan nanti harus ditentukan lewat drama adu penalti.

Riedl pun siap mengantisipasi hal tersebut. Dalam sesi latihan Sabtu (18/12/2010) pagi tadi, Firman Utina dan kawan-kawan telah dipersiapkan untuk mengeksekusi penalti.

"Kami ingin meraih kemenangan dalam 90 menit. Namun, jika harus ada drama adu penalti, kami siap. Kami sudah mengantongi lima nama pemain yang akan menjadi algojo," kata asisten pelatih, Wolfgang Pikal, kepada wartawan.(*)


AFF Cup 2010: Indonesia Menang Tipis Atas Filipina

| Diposting : Kamis, 16 Desember 2010 | Pukul : 23.50.00 |

Selebrasi Kapten Timnas Indonesia Firman Utina
SUARAPUBLIC.COM - Langkah timnas Indonesia untuk melaju ke final AFF Cup 2010 kian terbuka lebar. Melawan tim Filipina di babak semifinal di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Kamis 16 Desember 2010, malam, tim Garuda Indonesia berhasil meraih kemenangan meski hanya skor tipis 1-0.

Gol satu-satunya milik timnas Indonesia tercipta pada menit 30 babak pertama yang dilesakan oleh Cristian Gonzales. El Loco demikian sebutan populer Gonzales, berhasil memanfaatkan kesalahan pemain belakang dan kiper tim Filipinan dengan gol sundulan kepala bola hasil umpan matang Firman Utina.

Gol semata wayang tersebut, selain membuat timnas unggul dari Filipina, praktis membuat kegirangan Presiden SBY dan Ibu Negara serta beberapa pejabat Indonesia yang nonton secara langsung pertandingan semifinal Final Piala AFF 2010 itu.

Timnas Indonesia hanya butuh hasil seri pada leg kedua untuk mendapatkan tiket final pada pertandingan selanjutnya. Babak leg kedua sendiri akan dilangsungkan di Gelora Bung Karno, Jakarta, Indonesia, Minggu 19 Desember pukul 19.00 WIB.

Bila tim Indonesia berhasil melaju kebabak berikutnya, kemunginan lawan tim Garuda pada babak final adalah Malaysia. Namun itu belum final. Tapi setidaknya, pada leg pertama babak semifinal, tim Malaysia berhasil mempecundangi juara bertahan Vietnam dengan skor 2-0.

Susunan pemain:
Indonesia: Markus Haris M, Zulkifli Syukur, Maman Abdurachman, Hamka Hamzah, M Nasuha (Beny Wahyudi 85), M Ridwan, Ahmad Bustomi, Firman Utina, Oktavianus Maniani (Arif Suyono 61), Irfan Bachdim (Bambang Pamungkas 68), Cristian Gonzales

Filipina: Neil Etheridge, Robert Gier, Anton Del Rosario, Roel Gener, James Younghusband, Phil Younghusband, Alexander Borromeo, Jason De Jong, Chris Greatwich, Ian Araneta (Emelio Caligdong 59), Ray Jonsson


Timnas Indonesia Matangkan Taktik

| Diposting : Rabu, 15 Desember 2010 | Pukul : 03.02.00 |

SUARAPUBLIC.COM - Tim nasional sepak bola Indonesia terus mematangkan latihan taktik menjelang duel melawan Filipina di babak semifinal piala AFF 2010 pada 16 Desember mendatang.

Sesi latihan yang hanya tersisa satu hari lagi bakal dimanfaatkan untuk mempertahankan kondisi pemain. "Tidak ada lagi latihan berat," ujar Pelatih tim nasional Alfred Riedl, Selasa (14/12/2010).

Riedl terus berupaya memoles strategi permainan Bambang Pamungkas dan rekan-rekannya. Tampaknya, Riedl masih berpegang pada strategi permainan Filipina yang ditunjukkan saat menghadapi tiga lawannya, Vietnam, Singapura, dan Burma, pada babak penyisihan.

Saat menghadapi Vietnam dan Singapura, tim yang memiliki julukan The Azkals itu mengandalkan strategi serangan balik yang cepat. Selain itu, pola pertahanan ketat Filipina yang sangat kuat membuat gawang yang dikawal Neil Etheridge hanya kebobolan satu gol oleh Singapura dan berakhir imbang 1-1.

"Saat memegang bola, kami akan memanfaatkan kesempatan sebaik mungkin," kata Riedl. Dalam sesi latihan Selasa pagi, Riedl kembali melatih taktik permainan dalam lapangan melalui simulasi pertandingan, tim berompi orange melawan tim tanpa rompi.

Kali ini, Bambang Pamungkas diduetkan dengan Cristian Gonzales pada lini depan tim berompi. Sementara Irfan Bachdim berduet dengan Yongki Aribowo pada tim tanpa rompi.

Sepanjang latihan, Riedl menguji pola serangan dari kedua tim sekaligus memoles pola pertahanan mereka. Pelatih asal Austria ini juga melatih pola serangan balik. "Kami juga berlatih menghadapi serangan balik yang cepat," tandas Riedl seraya menyatakan, kondisi pemain benar-benar dalam kondisi yang sangat baik.(*)



Indonesia Jumpa Filipina

| Diposting : Kamis, 09 Desember 2010 | Pukul : 02.46.00 |

SUARAPUBLIC.COM - Langkah Timnas Indonesia di turnamen AFF Cup 2010, akan dilanjutkan dengan bertemu Filipina di babak semifinal, 16 Desember mendatang. Indonesia akan lebih dulu bertandang ke markas Filipina.

Filipina melaju ke empat besar usai bermain 0-0 melawan Myanmar, Rabu (8/12/2010). Sementara pertandingan semifinal lainnya akan mempertemukan Vietnam sebagai juara Grup B, dengan Malaysia yang berstatus runner-up Grup A.

Indonesia sendiri berstatus juara Grup A, dengan mencatat hasil meyakinkan atau menyapu bersih semua kemenangan di babak penyisihan grup. Firman Utina dkk, mencetak 13 gol dan hanya kebobolan dua gol.

Indonesia dan Filipina relatif tidak banyak bertemu dalam satu dekade terakhir. Namun, Timnas Merah Putih harus mewaspadai kekuatan Filipina yang kini dilatih Steve McMenemy. Filipina mengandalkan sembilan pemain naturalisasinya sebagai modal belaga di AFF Cup 2010.(*)

PSSI Belum Cairkan Hadiah Persibo

| Diposting : Jumat, 13 Agustus 2010 | Pukul : 01.19.00 |

Ist
Suarapublic, Brojonegoro – Sudah tiga bulan berlalu, PSSI belum juga membayar hadiah Rp500 juta pada Persibo Bojonegoro sebagai juara Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010.

Hal ini ditegaskan Manajer Persibo, Letkol Inf Taufiq Risnendar. Seperti dikutif dari Inilah.com, Taufiq mengklaim pihaknya sudah lima kali menanyakan langsung ke pusat namun Laskar Angling Dharma belum juga menerima haknya.

“Kami sudah lebih dari empat sampai lima kali mengirim surat ke pusat. Jawabannya disuruh menunggu,” tutur Taufiq.

Ditambahkannya PSSI tak memberi batas akhir. Hal ini kemudian membuat manajemen Persibo terpaksa meminjam uang dulu pada pihak lain karena mereka membutuhkan dana jelang gelaran Indonesia Super League (ISL).

“Dana sebagai ganti juara ditalangi oleh pihak ketiga dulu. Kami berharap PSSI segera menurunkan hak kami.”

“Semoga saja Agustus ini bisa kelar semuanya dan kami bisa menggunakan anggaran tersebut.

Muara Teweh

Index »

Music

Index »

advertisement

 
Hak Cipta© 2009-2016. Mardedi H Andalus | Semua hak dilindungi undang-undang.
Link: Facebook.com | Support: Creating Website | Blogger