google.com, pub-5013500952012613, DIRECT, f08c47fec0942fa0
☆BreakingNews >

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label football. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label football. Tampilkan semua postingan

Penampilan "Ciamik", Kurnia Meiga Jadi Rebutan Klub-klub

| Diposting : Senin, 10 Juni 2013 | Pukul : 17.14.00 |

MALANG - Penampilan ciamik penjaga gawang Kurnia Meiga dalam laga tim nasional Indonesia melawan Belanda yang berakhir dengan skor 0-3 berimbas positif. Kini Meiga menjadi rebutan banyak klub di Indonesia. Namun, Arema akan berjuang mati-matian agar Meiga tidak pindah "ke lain hati".

Menurut General Manager Arema, Ruddy Widodo, melihat penampilan gemilang Kurnia Meiga, banyak klub yang ingin mengambil Meiga. "Melihat kejadian itu, saya akan mempersiapkan kontrak dengan jangka panjang untuk Meiga agar aman dari bidikan klub lain," akunya, Senin (10/6/2013).

Sebenarnya, kata Ruddy, Meiga sudah melakukan kontrak dengan Arema Indonesia selama dua musim. "Kita siap kontrak Meiga seumur hidup. Yang pasti, kontrak Meiga akan kami perpanjang. Tapi kita belum tahu berapa lama perpanjangan kontrak yang akan kita sodorkan itu," katanya.

Kontrak selama dua musim itu, kata Ruddy, tidak cukup agar Meiga bersedia bertahan di Arema, seharusnya diperpanjang lagi. "Karena banyak klub yang mengincarnya. Misalnya pihak Persisam Samarinda, Persib Bandung, dan Mitra Kukar," kata Ruddy.

Ditanya apakah akan melepas jika ada tawaran menggiurkan? Ruddy mengaku dalam kondisi apa pun, manajemen Arema tidak akan melepas Kurnia Meiga. "Berapa pun nilai kontrak yang disodorkan, Arema tidak akan mau," tegasnya.

Sebab, kata Ruddy, Meiga adalah aset berharga bagi Arema dan Meiga memang dibesarkan oleh Arema. "Manajemen akan berupaya semaksimal mungkin. Bahkan akan mati-matian untuk mempertahankan Kurnia Meiga sebagai kiper Arema," tegasnya.


Sumber: (KOMPAS.com)

Brasil Tekuk Prancis 3-0

GREMIO – Tim ‘Samba’ Brasil mencetak tiga gol pada babak kedua ketika mengalahkan Prancis 3-0 dalam lagaujicoba di Arena do GrĂªmio, Senin (10/6) dinihari WIB tadi. Hasil itu sekaligus mengakhiri kekalahan enam laga Brasil atas Prancis dalam pertemuan mereka selama 21 tahun terakhir ini. 

Oscar dengan lihai memanfaatkan umpan datar dari Fred pada menit ke-54 ketika membuka jalan kemenangan Brasil untuk kedua kalinya dalam tujuh pertandingan di bawah pelatihan Luiz Felipe Scolari, yang mulai melatih tim itu pada November lalu. Pemain pengganti Hernandes menambah gol kedua pada menit ke-85 untuk tim Piala Dunia 2014 itu, dengan tendangan kaki kiri dari luar kotak penalti, menembus mulut gawang lawan.

Pemain yang pernah tinggal di Prancis, Lucas, melayangkan bola dari titik penalti pada menit akhir .

Prancis yang takluk 0-1 dari Uruguay pada laga ujicoba terakhir mereka harus menelan kekalahan empat kali dari lima pertndingan terakhir mereka dan dari 11 laga di bawah asuhan Didier Deschamps sejak mengambil alih kursi kepelatihan usai Piala Eropa 2012.

Satu-satunya serangan berbahaya Prancis terjadi setelah tercipta gol pertama, ketika pemain bertahan Brasil David Luiz menghalau bola dari kaki Mathieu Valbuena dan melayang keras ke arah gawangnya sendiri. Beruntung, kiper Brasil Julio Cesar dengan sigap mengamankan gawangnya. Bagi Prancis, kekalahan ini semakin menambah catatan buruk skuad Deschamps dalam persiapan di ajang Kualifikasi Piala Dunia 2014 zona Eropa.

Sedangkan bagi Brasil, hasil ini menjadi modal positif untuk memulai babak penyisihan Grup A melawan Jepang di ajang Piala Konfederasi, akhir pekan ini. Maklum, Brasil belum pernah mengalahkan Prancis sejak menang 2-0 di Paris pada 1992 silam. Selain itu, tim Samba tidak pernah mencetak gol dalam tiga pertemuan terakhir mereka dengan Prancis. 

Sumber:(Poskotanews.com)

Mourinho Terlalu Dicintai Fans Chelsea

| Diposting : Senin, 06 Mei 2013 | Pukul : 03.33.00 |

PARIS - Pelatih Paris Saint-Germain (PSG), Carlo Ancelotti, menilai, kedekatan Jose Mourinho dengan para pendukung Chelsea bisa sebuah pertanda kembalinya pelatih asal Portugal itu ke Stamford Bridge.

Dalam beberapa bulan terakhir, Mourinho dikabarkan akan meninggalkan Real Madrid pada akhir musim ini. Tujuan Mourinho pun kembali ke Chelsea, klub yang pernah dilatihnya pada 2004-07.

Kabar mengenai Mourinho ternyata membawa nama Ancelotti. Pasalnya, Ancelotti juga dirumorkan sebagai calon pengganti Mourinho jika pergi meninggalkan Santiago Bernabeu.

"Mouirnho melakukan pekerjaan yang besar di Chelsea, itu adalah tempat di mana orang-orang mencintainya. Ketika saya berada di sana, saya melihat bahwa dukungan telah membangun hubungan besar dengan Mourinho," jelas Ancelotti kepada BBC.

"Ini sangat sulit untuk menahan seorang pelatih jika ia ingin pergi. Bahkan, jika ia masih memiliki kontrak,"  lanjutnya.

Sumber: Kompas.com

Gara-gara Kartu Kuning, Wasit Meninggal Dipukul Pemain

TAYLORVILLE - Seorang wasit akhirnya meninggal dunia setelah koma lebih dari sepekan menyusul serangan oleh seorang pemain ketika dia memimpin sebuah pertandingan sekolah tinggi di Taylorville, Utah, Amerika Serikat.

Ketika menjadi wasit dalam pertandingan di Eisenhower Junior High School pada 27 April, Ricardo Portillo (46) memberikan kartu kuning kepada penjaga gawang karena mendorong lawan dengan tangannya. Ketika Portillo sedang mencatat pelanggaran itu di kartunya, tiba-tiba seorang pemain berusia 17 tahun memukul kepalanya. Demikian laporan polisi seperti dilaporkan Salt Lake Tribune.

Portillo terduduk dan muntah darah, kemudian terbaring sambil memegang wajahnya yang kesakitan, begitu juga dengan punggung. Sang wasit pun merasa mual.

Menurut saksi, penjaga gawang tersebut baru tampil untuk pertama kalinya bagi skuad La Liga Continental de Futbal. Pelaku ditahan di fasilitas penahanan remaja sampai hukuman dijatuhkan kepadanya.

"Tuntutan resmi akan dijatuhkan awal pekan depan oleh Kejaksaan Wilayah Salt Lake," demikian pernyataan seorang polisi. "Sejak Portillo meninggal dunia, hukuman tambahan akan dihubungkan dengan kematiannya." (

Bukan Pelaku Kriminal, Irfan Bachdim Malah dicoret dari Timnas

| Diposting : Minggu, 30 Januari 2011 | Pukul : 14.39.00 |

Jakarta - Pertaruhan kepentingan akhirnya mengkorbankan salah satu pemain sepak bola terbaik negeri ini. Irfan Bachdim dipasatikan tak bisa memperkuat Timnas karena namanya resmi dicoret dari skuad Garuda.

Banyak pihak yang menyayangkan dicoretnya nama Irfan dari skuad Timnas, dua di antaranya adalah teman Irfan, Mark van der Maarel dan Stefano Lilipaly yang dulu sama-sama bermain di Utrecht, klub Eredivise Belanda.

Sebagai sesama pemain Utrecht, Van der Maarel dan Lilipaly sangat mengenal sosok Irfan yang sama-sama memiliki darah Indonesia. Striker berusia 22 tahun itu selama dua tahun (2005-2007) memperkuat tim junior Utrecht. Dia juga sempat memperkuat tim utama FC Utrecht pada musim kompetisi 2008/2009.

Seperti dilaporkan situs Radio Nederland Wereldomroep, van der Maarel dan Lilipaly tak hanya kenal Irfan, lebih dari itu keduanya juga mengikuti perkembangan berita tentang Irfan di Indonesia, termasuk nasib Irfan yang karena pertarungan kepentingan beberapa pihak yang harus terdepak dari timnas Indonesia.

Seperti diketahui, PSSI telah secara sepihak menggunakan kekuasaannya untuk mencoret nama Irfan dari timnas Indonesia. Pemain yang pernah memperkuat HFC Haarlem itu dicoret bukan karena tidak memiliki kualitas. Tapi, Irfan dicoret dari skuat Alfred Riedl karena memilih bertahan bersama Persema Malang untuk bermain di Liga Primer Indonesia (LPI).

Van der Maarel dan Lilipaly mengaku sendih terhadap situasi yang menimpa Irfan. Keduanya sangat menyayangkan keputusan pencoretan Irfan. Menurut keduanya, Irfan bukan pelaku tindak kriminal tapi begitu gampang dicoret dari timnas.

Memang, begitulah bila egoistis seseorang sedang bicara, rasa nasionalis dan kebangsaan pihak lain yang harus mengalah demi kepentingan politik dan golongan. Sungguh pelajaran tak mendidik bagi generasi muda dipertontonkan kaum tua pengurus PSSI dan pihak lain. Terlalu!!!

Tim 'Ginseng' Korsel Libas Uzbekistan Skor 3-2

| Diposting : Sabtu, 29 Januari 2011 | Pukul : 08.48.00 |

Korea Selatan unjuk keperkasaan. Dalam laga perebutan tempat ketiga Piala Asia, Jumat (28/1/2011), tim Ginseng mencukur Uzbekistan dengan skor 3-2. Hasil itu juga menjadi pengaman posisi bagi Korsel pada Piala Asia 2015 nanti di Australia.

Tim asuhan Cho Kwang-Rae itu terlihat akan meraih kemenangan mengesankan dengan unggul 3-0 pada babak pertama. Tapi Uzbekistan bangkit dan memperkecil kekalahan.

Gol kelima Koo Ja-Cheol pada kompetisi tersebut merancang kemenangan Korea Selatan sebelum Ji Dong-Won menambah dengan dua gol yang dirancang dengan penuh seni.

Gol pada babak pertama dan babak kedua dari Alexander Geynrikh membawa Uzbekistan kembali ke permainan, tapi Korea Selatan dapat menahan keunggulannya dan merebut posisi ketiga kompetisi benua Asia itu untuk ketigakalinya dalam empat turnamen.

Australia akan bertemu juara tiga kali Jepang pada pertandingan final yang akan digelar Sabtu (29/1/2011).

2012, Pemerintah Tak Lagi Biayai Klub Sepakbola

| Diposting : Selasa, 25 Januari 2011 | Pukul : 03.23.00 |

Jakarta - Kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI) membuka mata pemerintah. Dipastikan pemerintah kedepan tidak akan lagi membantu klub sepakbola dari sisi anggaran. Itu berlaku untuk semua klub sepakbola profesional yang berlaga di Indonesia Super League (ISL).

"Saya dan Menpora (Andi Mallarangeng) sudah sepakat tahun 2012 klub profesional ISL tidak lagi diperbolehkan menggunakan dana APBD. Itu akan kita lakukan disemua klub," beber Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, sesaat setelah bertemu dengan pimpinan KPK, Senin (24/1) petang di gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said Kuningan, Jakarta Selatan.

Meski begitu, sebut Gamawan, pemerintah tetap akan menggelontorkan dana untuk pembinaan dan pelatihan sepakbola amatir. Dananya sendiri akan disalurkan pemerintah melalui Komite Olahraga Nasional Indonesia (Koni). "Untuk pelatihan tetap akan disalurkan. Disalurkannya melalui KONI," katanya.

Seperti diketahui, banyak pihak menuding dana hibah dari APBD kepada klub sepakbola tersebut sangat rentan diselewengkan dan dikorupsi, baik oleh pemerintah daerah maupun oleh pengurus klub itu sendiri.

Taufik Kembali Gagal Taklukan Chong Wei

| Diposting : Minggu, 23 Januari 2011 | Pukul : 21.17.00 |

Malaysia - Taufik Hidayat kembali gagal menaklukan Lee Chong Wei. Dalam laga final Malaysia Terbuka Super Series di Putra Stadium, Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, Ahad (23/1), Taufik yang menjadi unggulan kedua harus puas menjadi runner up setelah kalah 8-21 dan 17-21 dari Lee Chong Wei.

Sebelumnya, di turnamen Hong Kong Super Series 2010 Desember lalu, Taufik juga kalah dari pebulutangkis nomor satu dunia itu. Begitu pula pada partai puncak Indonesia Super Series Juni silam.

Pada Malaysia Terbuka Super Series itu, Cina memborong empat gelar lainnya melalui tiga final sesama pemain Cina. Satu gelar dipersembahkan ganda putra unggulan kelima Chai Biao/Guo Zhendong yang mengalahkan pasangan Denmark Mads Conrad-Petersen/Jonas Rasmussen 21-16 dan 21-14.

Gelar tunggal putri diperoleh unggulan kedua Wang Shixian yang menang atas Wang Yihan 21-18 dan 21-14. Sedangkan gelar ganda putri direbut unggulan delapan Tian Qing/Zhao Yunlei yang menalukkan Yu Yang/Wang Xiaoli 21-12, 6-21, dan 21-17.

Gelar ganda campuran dimenangi unggulan ketujuh He Hanbin/Ma Jin yang mengungguli unggulan kelima Tao Jiaming/Tian Qing 21-13, 13-21, dan 21-16.

PT Djarum Berencana Tuntut Rp 7 Miliar LSI

| Diposting : Minggu, 16 Januari 2011 | Pukul : 10.42.00 |

JAKARTA - Kisrus pengurus PSSI dengan pihak penyelenggara Liga Primer Indonesia (LPI) yang dibentuk pengusaha terkenal nasional, Arifin Panigoro, berbuntut tuntutan gati rugi terhadap penyelenggara Indonesia Super Liga (ISL). PT Djarum, selaku sponsor utama berencana mengajukan klaim ganti rugi sebeesar Rp 7 milyar kepada pihak penyelenggara ISL.

Alasan tuntuan salah satunya karena banyak pertandingan yang diselenggarakan ISL gagal digelar. Selain itu adanya beberapa club peserta ISL mundur yang kemudian berpindah ke kompetisi lainnya. Seperti diketahui, klub ISL 2010/2011 yang dipastikan mundur adalah kemudian pindah ke kompetisi LPI adalah Persema Malang, Persibo Bojonegoro, dan PSM Makassar.

Tuntutan finansial itu merujuk kesepakatan awal dengan PT Liga Indonesia, dimana PT Djarum selaku sponsor utama, bisa memberikan penalti dalam bentuk nilai uang dengan jumlah tertentu bila ada pertandingan yang gagal dilaksanakan.

"Kita sudah positif akan mengajukan tuntutan. Besarkan nilai tuntutan, Rp 100 juta dikalikan dengan jumlah laga yang hilang atau gagal dipertandingkan. Ini merupakan bentuk konsekuensi yang harus diterima," kata Fatih Chabanto, Perwakilan PT Djarum.

Diakui, mundurnya tiga klub ISL yang bergabung dengan LPI, mengakibatkan beberapa pertandingan yang digelar praktis tanpa penonton. PT Djarum menghitung, ada sekitar 70 laga gagal maupun terancam tak bisa dipertandingkan, pasca hengkangnya tiga club Persema Malang, Persibo Bojonegoro dan PSM Makassar.

Bila dikalikan nominal Rp 100 juta denda dalam setiap satu kali pertandingan gagal digelar, berarti ganti rugi yang harus dibayar PT Liga Indonesia kepada sponsor utama mencapai Rp 7 miliar.

Denda harus ditanggung PT Liga Indonesia juga dapat dihitungkan dari sebuah pertandingan kandang yang ternyata tanpa penonton atau dipindah ke tempat netral. "Kami sedang menunggu program Liga. Bagaimana mereka membuat perubahan, membuat kompetisi tetap menarik, dan klub tidak berkurang lagi. Namun aturan sanksi berlapis tetap dipakai, selain denda Rp100 juta untuk laga yang hilang, kami dan Liga sudah sepakat dengan denda yang lain," jelas Fatih.

Besarnya denda dari selain akibat gagalnya pertandingan bervariasi. Mulai dari denda Rp 50 juta ditiap laga tanpa penonton. Ada juga denda Rp 75 juta per laga bagi pemindahan kandang dengan penonton. Denda sama Rp 100 bila laga dilaksanakan di tempat netral dan digelar tanpa penonton.

Menurut Fatih, penalti yang nantinya akan diajukan ke pihak PT Liga Indonesia, dari hasil kalkulasi uang sponsorship untuk kompetisi periode 2010/2011 yang mana sudah dibayarkan pihak sponsor utama sebesar 50 persen dari total kewajiban sponsor utama sebesar Rp 40 miliar.

Klaim dana penalti sendiri akan diajukan pihak PT Djarum kepada PT Liga Indonesia, nantinya diambil dari dana sponsorship yang dikeluarkan di termin kedua. Artinya sisa uang yang wajib dibayarkan ke pengelola ISL dalam kompetisi 2010-2011, tinggal tersisa Rp 13 miliar.

Lagi, Satu Pemain Keturunan Dicoret Alfred Riedl

Vincent bersama Klubnya FC Hoofdorp.
JAKARTA - Satu persatu pemain keturunan peserta seleksi pemain sepak bola Timnas U-23 Indonesia dicoret pelatih Alfred Riedl. Pemain tersebut. Vincent Partosubroto, saudara Donovan, yang sama-sama merumput disebuh club di Belanda.

Asisten pelatih Timnas U-23 Indonesia, Wolfgang Pikal, membenarkan kabar pencoretan Vincent oleh Riedl. Namun Wolfgang tak bersedia menjelaskan secara rinci alasan pencoretan Vincent, hanya menyebutkan bila Riedl memilih pemain berdasarkan kualitas.

"Riedl menginginkan pemain kualitas. Seperti posisi kiper dan pemain bek, kami memerlukan seorang pemain yang memiliki postur tinggi," kata Wolfgang. "Sementara untuk pemain sayap, kami membutuhkan seorang pemain yang memiliki kecepatan dan mampu berhadapan satu lawan satu," timpalnya.

Menarik lurus dari pernyataan Wolfgang, besar kemungkinan dicoretnya Vincent karena tidak memenuhi standar kualitas yang diinginkan Riedl. Sebelumnya Riedl memanggil Vincent untuk pemain di lini depan.

Sebelumnya Riedl juga sudah memanggil tiga pemain keturunan untuk mengikuti seleksi gelombang pertama. Namun sayang dengan alasan belum cukup umur, James Zaidan Saragih, Andrea Bitar, dan Arthur Irawan yang dipanggil Riedl malah digugurkan dalam seleksi.

Kabarnya Riedl sebenarnya mengincar Donovan, saudara kembar Vincent. Namun gagal didatangkan karena tak mendapatkan izin dari klubnya di Negeri Kincir Angin. "Kami akan tetap berusaha mendapatkan izin bisa ikut seleksi. Sekarang klubnya masih belum mengizinkan untuk ke Indonesia," kata Priyo Partosoebroto, orang tua Donovan.

Orang tua Donovan juga mengakui bila saat ini aktivitas anaknya diclubnya sangat padat. Namun dibalik kesibukan itu, Priyo berjanji kemungkinan bulan depan anaknya Donovan bisa datang ke Indonesia.

Aceh United Incar Mantan Striker timnas Australia, Mark Viduka

| Diposting : Sabtu, 15 Januari 2011 | Pukul : 02.18.00 |

BANDAACEH - Club peserta kompetisi sepak bola Liga Primer Indonesia Aceh United terus melakukan pembenahan, terutama dalam segi rekrutmen pemain. Sambil menunggu bergabungnya Pierre Njanka, Aceh United juga serius mengincar mantan striker timnas Australia, Mark Viduka.

"Untuk mempertajam lini depan, Aceh United sedang membidik Mark Viduka. Ini juga untuk membuat LPI lebih menarik dibanding ISL," sahut CEO LPI untuk Aceh United, Ari Wibowo, Rabu (12/1).

Seperti diketahui, sekarang ini Viduka berstatus tanpa klub. Terakhir mantan pemain nasional Indonesia itu merumput bersama Newcastle United sejak 2007 hingga 2009. Striker usia 35 tahun itu sempat menjadi andalan lini depan The Soceroos, selain memperkuat beberapa klub Liga Primer Inggris seperti Leeds United, Middlesbrough dan Celtic di Liga Skotlandia.

Sejauh ini, upaya mengejar pemilik 43 caps dan sumbangan 11 gol untuk Australia itu sudah mulai dilakukan kubu Aceh United. Kepastian mau atau tidaknya Viduka bermain di LPI akan diketahui pada Sabtu (15/1) akhir pekan ini.

"Lionel (Charbonnier, pelatih Aceh United) punya link di Australia hingga dialah yang mencoba melakukan kontak dengan agen Viduka. Viduka sudah tahu kalau Aceh United menincar dia. Kepastian mau atau tidaknya dia akan didapat Sabtu akhir pekan ini," pungkas Ari.

Syamsir Alam Mundur, Stevie Bonsapia Datang

| Diposting : Sabtu, 08 Januari 2011 | Pukul : 20.34.00 |

JAKARTA - Badan Tim Nasional Indonesia memasukan nama Stevie Bonsapia, menjadi salah satu skuad timnas U-23. Masuknya pemain sayap asal Persipura Jayapura itu untuk menggantikan Syamsir Alam yang terpaksa mundur karena cedera betisnya.

“Stevie sudah kami panggil sejak kemarin (Jumat. 7/1). Tapi baru datang hari ini karena tiketnya baru dapat dari Manokwari,” kata asisten pelatih Wolfgang Pikal, seperti dilaporkan inilah.com, Sabtu (8/1/2011). “Kami juga sudah tahu Syamsir harus pulang ke Uruguay," timpalnya.

Penyerang muda berbakat Syamsir Alam resmi mundur dari seleksi tim sepakbola nasional (Timas) U-23 setelah cedera betisnya dirasa cukup parah. Sang kapten tim SAD Indonesia, program U-19 PSSI itu bertolak kembali ke Uruguay.

Seperti diketahui, Syamsir mengalami cedera betis saat menjalani seleksi pagi di hari pertama, Jumat (7/1). Meski sempat tampil di seleksi sore, Syamsir akhirnya memutuskan angkat koper setelah cederanya dirasa semakin parah jelang seleksi pagi hari kedua, Sabtu (8/1).

Pelatih Timnas Indonesia Alfred Riedl mengizinkan sang pemain untuk tidak mengikuti sesi hari Sabtu. Penggantinya, Badan Tim Nasional Indonesia memasukan Stevie Bonsapia, pemain sayap asal Persipura Jayapura.

Syamsir sendiri rencananya akan kembali, Minggu pagi (9/1), untuk bergabung dengan klubnya, Penarol di Uruguay.

Menpora Izinkan Pemain LPI Masuk Timnas

JAKARTA - Angin segar dihembuskan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Malarangeng. Andi membantah pemain Liga Primer Indonesia (LPI) tidak diperbolehkan masuk menjadi pemain Tim Nasional (Timnas), seperti yang selama ini digembor-gemborkan pengurus PSSI.

Andi memastikan pemain LPI bisa menjadi skuad Tim Garuda lewat program Indonesia Emas milik pemerintah. "LPI adalah alternatif, karena mereka tidak menggunakan APBN, APBD, atau dari PSSI. Ini merupakan angin segar. Jadi silahkan berjalan," kata Andi Malaranggeng, seperti dilaporkan mediaindonesia.com, Sabtu (8/1).

Menurut Andi, bila pembicaraan sudah menyangkut timnas, sama dengan yang dibicarakan adalah pembelaan negara. Sehingga setiap warga negaranya juga berhak untuk membela negaranya.

"Soal timnas itu adalah soal merah putih. Yang bisa membela merah putih itu putra-putri bangsa, yang terbaik di cabang olahraganya. Jadi tidak boleh ada diskriminasi dalam membela merah putih," tegas Andi.

Karena itu, bila nanti PSSI tidak ingin mengajukan nama-nama pemain dari LPI, maka Andi memastikan semuanya bisa dibantu lewat program Indonesia Emas milik pemerintah. Memang dalam program itu, disebutkan yang berhak mengajukan calon adalah induk cabang olahranganya. Namun, tak menutup kemungkinan atlet dipanggil langsung atau mendaftar.

"Di dalam situasi tertentu, bisa dilakukan secara tersendiri. Bisa mendaftar langsung atau dipanggil lewat atlet prima. Kalau lolos tes, dia bisa langsung menjadi atlet timnas untuk cabang olahraga apapun," imbuhnya.

Andi berharap bibit-bibit pesepakbola akan terus berkembang dengan adanya LPI, sehingga semakin banyak yang bermain dan semakin berkembang pula atlet Indonesia yang bisa menjadi andalan membela Timnas.

Persema Pecundangi Solo FC 5-1

SOLO - Gelar pertandingan sepek bola antar Club Liga Primer Indonesia (LPI) resmi dibuka, Sabtu (8/1/2011). Dalam laga pembuka, Persema Malang tampil menggila. Solo FC sebagai lawan tanding dipecundangi hingga menelan kekalahan dengan skor akhir 5-1.

Irfan Bachdim, yang sebelumnya terancam dicoret dari timnas karena tergabung dalam club peserta LPI menyubang dua gol buat Persema Malang. Gol lainnya club yang pertama kali memperkenalkan Irfan ke publik sepak bola tanah air itu, masing-masing dilesakan satu gol oleh Teguh, Amri dan Gaspar.

Secara keseluruhan, pertandingan dikuasai pemain Persema Malang. Tampilan afik Irfan termasuk turut memotivasi percaya diri pemain. Satu-satunya sort gol ke arah gawang yang berhasil menjebol jala Sukasto hanya tendangan keras Yuned.

Namun gol lebih disebebakan Sukato sebelumnya melakukan blunder. Selain itu, kondisi cuaca kurang bersahabat, atau sempat turun hujan, sehingga menyebabkan bola jadi licin. Kedudukan akhir skor 5-1 untuk kemenangan Persema Malang.

Pertandingan pembuka digelar di Stadion Manahan Solo. Stadion itu juga menjadi tonggak sejarah bergulirnya LPI, setelah pembukaan dilangsungkan di situ. Laga sendiri cukup mendapat perhatian masyarakat setempat. Ini dapat dilihat dari banyaknya penonoton yang melihat pembukaan segaligus laga pembuka antara Persema Malang lawan Solo FC.

Sepak Bola Indonesia Perlu Perubahan Signifikan

| Diposting : Rabu, 05 Januari 2011 | Pukul : 02.49.00 |

Jakarta - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia harus melakukan perubahan yang signifikan agar bisa mencapai prestasi. Caranya, dengan menjalankan reformasi dan restrukturisasi.

Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga, Djoko Pekik Irianto, mengatakan untuk mencapai prestasi sepak bola nasional maka PSSI mesti melakukan perubahan yang mendasar. "Laksanakan hasil Kongres PSSI di Malang, harus menjalankan reformasi di tubuh PSSI," kata Djoko, seperti dilaporkan Tempo, Senin (3/1) malam.

Poin pertama dari tujuh butir hasil Kongres PSSI tahun lalu menyebutkan bahwa PSSI perlu segera melakukan reformasi dan restrukturisasi atas dasar usul, saran, dan kritik serta harapan masyarakat, dan mengambil langkah-langkah konkrit sesuai aturan yang berlaku untuk mencapai prestasi yang diharapkan masyarakat. "Tuntutan yang ada di masyarakat saat ini perlu diakomodasi PSSI," kata Djoko.

Saat ini, menurut Djoko, waktu yang paling tepat untuk mewujudkan harapan publik. Antusiasme masyarakat terhadap tim nasional Indonesia terlihat sangat besar ketika tim Garuda berlaga di Piala AFF 2010 yang baru lalu. "Itu momentum yang harus dimanfaatkan untuk kebangkitan prestasi sepak bola," ujarnya.

Terkait besarnya desakan masyarakat agar Ketua Umum PSSI Nurdin Halid mundur karena dianggap gagal membawa prestasi PSSI, Djoko mengembalikan masalah tersebut kepada mekanisme yang ada. "Melalui mekanisme organisasi bagaimana," kata dia.

Menurut Djoko, untuk memajukan prestasi sepak bola nasional tak mesti ketua umumnya harus mundur dan diganti dengan yang baru. Yang jelas, dia menegaskan, PSSI saat ini harus melaksanakan reformasi," ujarnya.

Djoko menambahkan keberhasilan sepak bola Indonesia sangat tergantung pada kapasitas dan kredibilitas manajemennya.

Irfan dan Kim Tetap Perkuat Persema

MALANG - Irfan Bachdim dan Kim Jeffrey Kurniawan memutuskan akan memperkuat Persema Malang. Dua pemain naturalisasi ini akan membela Persema yang telah memutuskan untuk bermain di Liga Primer Indonesia (LPI) yang dimotori pengusaha dan politisi eks PDI Perjuangan, Arifin Panigoro.

Kepastian soal itu diutarakan dalam konperensi pers di Balai Kota Malang, Selasa, 4 Januari 2011. Hadir dan turut berbicara di hadapan wartawan adalah Peni Suparto, Ketua Umum Persema yang juga merupakan Walikota dan Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang. Peni mengaku senang mendengar keputusan dua pemain muda itu untuk bergabung dengan Persema.

Pelatih Persema Timo Scheuneman juga mendukung keputusan itu. "Yang penting kan jangan sampai lupa darah dan akarnya," katanya dikutif dari vivanews.com.

Manajer Persema Malang Asmuri mengimbau PSSI agar tak menolak Irfan Bachdim masuk dalam Tim Nasional karena ia punya kemampuan di atas rata-rata pemain Indonesia. "Kita contoh negara-negara maju yang tidak pilih kasih terhadap penyelenggaraan sepakbola," ujarnya.

Terkait kontrak Bachdim, Asmuri memastikan bahwa Bachdim dan Kim Jeffrey akan tetap memperkuat Persema. "Mereka kita pastikan akan memperkuat Persema, dan Senin sore ini akan ada keterangan pers dari mereka berdua," kata Asmuri.

Ketika ditanya kebenaran kabar bahwa nilai kontrak Irfan dan Kim masing-masing mencapai Rp1 miliar setahun, Asmuri menyatakan, "Iya terserahlah mereka ngomong berapa nilai kontrak Bachdim dan Kim, namun kita pastikan mereka akan memperkuat Persema."

Sebelumnya, PSSI mengultimatum akan menjatuhkan sanksi bagi setiap pemain yang memilih berlaga di LPI. Salah satunya, adalah dicoret dari daftar pemain Timnas.

Menanggapi masuknya Irfan Bachdim dan Kim Jeffry Kurniawan ke Persema, Direktur Teknik PSSI, Sutan Harharah, menilai jika Irfan Bachdim dicoret dari seleksi tim nasional Indonesia bukanlah suatu kehilangan yang besar.

Sutan menilai peristiwa ini bukanlah suatu yang harus dikhawatirkan, pasalnya mantan pelatih PSMS Medan ini menegaskan teknik Irfan tidak terlalu istimewa.

"Kalau hal itu terjadi (Irfan tak bisa membela Timnas), saya pikir Timnas tidak ada masalah. Secara selebritas, Irfan memang menjual, tapi dari sisi teknik dia tidak lebih baik dari pemain Indonesia lainnya," ujar Sutan.

Akhirnya Irfan Bachdim Dipanggil PSSI

JAKARTA - Akhirnya PSSI memanggil juga pemain berbakat Indonesia, Irfan Bachdim. Pemanggilan terkait keikut serta Irfan dalam skuad Timnas Indoensia pasca keputusan bekas pemain Ajax Jonior itu tetap membela Arema pada Liga Primer Indonesia (LPI).

Banyak kalangan menuding pemanggilan hanya akal-akal PSSI agar Irfan tak bisa membela Arema dalam laga LPI. Tapi Badan Tim Nasional PSSI membantah bahwa pemanggilan Irfan Bachdim dalam seleksi tim nasional merupakan langkah akal-akalan agar pemain tersebut tidak bermain di Liga Primer Indonesia.

Selasa (4/12/2011) sore tadi, Badan Tim Nasional Indonesia (BTN) memanggil 84 nama pemain untuk mengikuti seleksi timnas untuk membentuk tim yang dipersiapkan menghadapi Pra-Olimpiade 2012 dan SEA Games 2011.

Seleksi rencananya dilakukan dalam tiga gelombang, yakni pada 6, 10, dan 14 Januari 2011. Irfan dan Kim Jeffrey Kurniawan, yang memutuskan tetap membela Persema Malang di laga LPI, mengikuti seleksi pertama yang terdiri dari 33 pemain pada Kamis (6/1/2011) di Jakarta.

Selain kedua pemain itu, sejumlah pemain klub LPI juga ikut dalam seleksi. Di antaranya adalah Lucky Wahyu dan Andik Firmansyah dari Persebaya Surabaya, Novan Setyo Songko (Persibo Bojonegoro), serta Fandy Edy, Dajusman Trisadi dan Rachmat (PSM Makassar).

Mereka semua mengikuti seleksi pertama sehingga terancam tidak bisa membela klub karena LPI akan bergulir pada Sabtu (8/1/2011). Seleksi tersebut direncanakan mulai bergulir pada 7 hingga 9 Januari.

"Mereka dipanggil karena LPI belum bergulir. Kompetisi itu juga belum teralisisasi," kata Deputi Teknis BTN, Iman Arif, saat dihubungi sejumlah wartawan, Selasa (4/1/2011).

Iman membantah jika dikatakan keputusan itu merupakan akal-akalan PSSI agar pemain tersebut tidak tampil di LPI. "Tidak. Itu sesuai program timnas selama ini. Saya berharap mereka bisa datang seleksi. Kalau mereka enggak datang, pasti akan dicoret. Nantinya, pemain yang lolos seleksi akan mengikuti pelatnas jangka panjang sehingga tidak diperkenankan membela klubnya. Gaji mereka ditanggung BTN," jelas Iman.

Pilihan Pemain Terbaik Jatuh pada Firman Utina

| Diposting : Kamis, 30 Desember 2010 | Pukul : 05.14.00 |

Suarapublic.Com - Kegagalan Timnas Indonesia menjadi juara dalam laga final AFF lawan tim Malaysia, terhibur oleh raihan prestasi salah punggawa merah putih.

Kapten tim Garuda Firman Utina berhasil menyita perhatian tim juri dari AFF hingga mendaulatnya menjadi pemain terbaik dalam ajang bergengsi level Asia Tenggara tahun ini.

Kerjasama pemaian dilapangan hingga mampu membawa tim Indonesia melangkah ke final dianggap berkat koordinir bagus seorang Firman. Dia juga dianggap mampu menjadi inspirator Indonesia hingga mampu menyelesaikan babak penyisihan sampai semifinal dengan nilai sempurnah tak pernah kalah.

Pemain kelahiran Manado, Sulawesi Utara itu juga turut menyumbang dua gol yang salah satunya dihasilkan dari eksekusi penalti.

Dinobatkannya Firman sebagai pemain terbaik sedikit menjadi penghibur duka pemain akibat kegagalan itu. Terutama bagi Firman sendiri yang mengaku sangat berkesan sekali atas raihan itu.

Bagi Firman, cukup bisa mengobati kesedihan hatinya setelah gagal mengeksekusi penalti pada leg kedua final AFF hari ini, Rabu. Sedangkan bola emas untuk top skorer kejuaraan diberikan kepada striker Malaysia Mohammad Safee Sali, atas lima gol yang berhasil dilesakannya ke dalam gawang lawan selama turnamen itu.

Tim Garuda Kalah, Suporter Indonesia Bubar Tertib

SUARAPUBLIC.COM - Suporter Indonesia membubarkan diri dengan tertib.
Ini boleh dibilang sebuah daya magis timnas yang belakangan mampu merubah watak dan prilaku rakyat terutama para penggila bola atau suporter.

Meski didekap kekalahan agregat, suporter Timnas Indonesia bersikap sangat dewasa dengan tetap berlapang dada dam pulang tanpa sedikitpun ada kericuhan atau aksi anarkis.

Memang terjadi sedikit aksi lempar-lempar botol antar sesama suporter, tetapi rekan-rekan mereka segera menenangkan. Pendukung Timnas Indonesia yang mengenakan seragam merah pun kembali damai.

Para suporter Timnas ini umumnya banyak yang duduk-duduk dahulu di sepanjang ruas jalan di sekitar Senayan. Mereka saling menyapa dan meneriakan yel Indonesia. "Sambil nunggu macet mas. Isi perut dulu," kata Deni seorang pegawai bank di kawasan Sudirman sebelum makan di restoran cepat saji di sekitar Senayan.

Aksi damai suporter Indonesia ini tentu membanggakan. Selain damai dengan sesama suporter mereka juga tetap mengelu-elukan pemain Timnas yang sudah berjuang di lapangan hijau.

"Buat apa rusuh, buat apa rusuh, rusuh itu tak ada gunanya..." nyayi para soporter Indonesia di GBK Senayan, Jakarta, Rabu (29/12/2010) malam sambil melangkah meninggalkan stadion.

Riedl Tak Bisa Disebut Gagal

Pelatih Tim Garuda, Alfred Riedl
SUARAPUBLIC.COM - Kekalahan sebuah tim sepak bola, selalu dikaitkan dengan kesalahan pelatih, sama halnya terhadap kegagalan tim Garuda atas Malaysia dalam laga final piala AFF 2010 ini. Kekalahan pun memunculkan pertanyaan akankah Alfred Riedl tetap dipercaya membesut Irfan Bachdim dkk.

Pelatih asal Austria itu sebenarnya masih terikat kontrak dengan PSSI hingga 16 bulan ke depan. Namun pasca kegagalan timnas, muncul pernyataan-pernyataan jika penyebab utamanya adalah pelatih.

Bila melihat fakta pertandingan sejak penyisihan, jujur Riedl tidak bisa dianggap gagal. Riedl mampu membangkitkan tim Garuda hingga mencapai partai pamungkas dengan poin sempurna setelah berhasil mereguk lima kemenangan beruntun.

Riedl belum bisa memberi jaminan posisinya di timnas Indonesia. "Semua tergantung bos—Nurdin Halid (Ketua Umum PSSI). Yang pasti, kebijakan penuh ada di tangan pelatih. Di sepakbola tidak ada yang tak mungkin," komentar Riedl sesaat usai pertandingan, Rabu (29/12) malam.

Sudah empat kali Indonesia gagal meraih juara dalam laga final piala AFF. Kali ini tim asuhan Alfred Riedl dikandaskan oleh tim Malaysia. Kemenangan 2-1 pada leg kedua dikandang sendiri, membuat Malaysia berhasil mematahkan ambisi timnas karena dalam laga leg 1 tim negeri Jiran berhasil unggul telak 3-0 atas Indonesia.

Muara Teweh

Index »

Music

Index »

advertisement

 
Hak Cipta© 2009-2016. Mardedi H Andalus | Semua hak dilindungi undang-undang.
Link: Facebook.com | Support: Creating Website | Blogger